Saat ditunjuk bos untuk jadi penanggung jawab sebuah proyek, kita langsung jiper.  Bisa nggak, ya?"> Saat ditunjuk bos untuk jadi penanggung jawab sebuah proyek, kita langsung jiper.  Bisa nggak, ya?"> Saat ditunjuk bos untuk jadi penanggung jawab sebuah proyek, kita langsung jiper.  Bisa nggak, ya?" /> Belajar Jadi Bos dari Sekarang
Career
Belajar Jadi Bos dari Sekarang

12 Jul 2010

Mungkin saja suatu hari kita diberi tanggung jawab besar oleh bos untuk memimpin suatu proyek. Artinya, nih, kita bakal menjalani suatu tugas baru, yaitu menjadi seorang pemimpin. Idealnya,seorang pemimpin kudu berkualitas tinggi, punya karisma, kepribadiannya menarik, berpengaruh cukup besar, punya visi dan misi yang jelas, jujur, plus kreatif.  Selain itu, dia harus bisa mengatur, mengawasi dan mengarahkan para bawahan. Kita bisa nggak, ya, menjadi seperti itu?
 
Kritisi Diri
Salah satu syarat yang kudu kita penuhi buat jadi pemimpin yang oke adalah menggali kemampuan diri kita sendiri.  Seringkali kita dengan mudahnya menilai kualitas orang lain baik atau buruk, sementara saat disuruh mengevaluasi diri, kita tidak tahu persis apa kelebihan dan kekurangan kita.  Saatnya mengenali potensi diri lebih baik lagi, nih!

Tanyakan kembali apa motivasi kita bekerja, kenapa kita bekerja di kantor yang sekarang, apakah kita benar-benar mencintai pekerjaan ini.  Jika kita bisa menjawabnya dengan tepat dan tidak ragu, ini bakal sangat berguna untuk meningkatkan rasa pede terhadap pekerjaan kita.  Ibaratnya, kita akan merasa lebih yakin menjual satu produk yang kita tahu kelebihannya daripada tidak ada pengetahuan sama sekali, kan?     

Jadi Pendengar
Lihat kembali kemampuan kita untuk mendengar dan memperhatikan sesama rekan kerja.  Biasanya, nih, kecenderungan yang sering terjadi adalah lebih senang didengar daripada mendengar.  Sekarang kita kembalikan lagi, deh.  Sebagai bawahan, kita pasti bakal sebal, kan, jika atasan  egois dan tidak mau mendengar pendapat bawahannya?  Makanya perlu banget, tuh, untuk mau mendengarkan harapan, ide-ide baru, bahkan ketakutan sesama rekan kerja kita. 

Jika kita banyak memberikan atensi pada staf, pastinya, sih, kita bakal bisa lebih peka mendeteksi keahlian mereka masing-masing.  Hal ini tentu saja akan memudahkan kita untuk membagi tugas atau tanggung jawab.  Satu lagi, nih, dengan mendengar saran dan pendapat para bawahan, mereka akan merasa diperhatikan dan akhirnya mereka akan lebih mudah bekerja sama dengan kita.  Sudah terasa keuntungannya, kan? CC
     

 



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?