Bahasa tepat
Iklan lowongan pekerjaan biasanya kita temukan dalam dua versi bahasa: Inggris dan Indonesia. Bukan tanpa alasan, tuh, si pemasang iklan membuatnya dalam Bahasa Inggris. Mereka mengharapkan karyawan yang melamar adalah mereka yang bisa berbahasa Inggris, setidaknya pasif. Saringan awalnya adalah surat lamaran dan CV yang ditulis dalam Bahasa Inggris.
Jika kita berminat melamar di perusahaan tersebut, jangan nekat pakai Bahasa Indonesia. Gunakanlah Bahasa Inggris. Hal yang sama berlaku juga untuk iklan lowongan kerja yang mencantumkan dapat berbahasa Inggris sebagai salah satu syarat calon karyawannya.
Lewat e-mail saja
Di era serba praktis ini, makin banyak kita temukan iklan lowongan yang meminta pelamar mengirimkan lamaran via e-mail. Untuk syarat satu ini, kita harus lebih teliti. Pastikan file lamaran, CV, pasfoto kita kirim dalam bentuk file yang mudah dikenal. Biasanya, sih, kalau nggak MS Office, ya PDF. Hal ini untuk menghindari file yang kita kirim nggak terbaca karena si penerima nggak punya programnya.
Perhatikan juga besarnya file, jangan sampai lebih dari 1 MB. Jika kita mengirimkan attachment ijazah dan pasfoto, sebaiknya tidak mengirimkan dalam bentuk yang terlalu besar atau terlalu kecil, soalnya akan menyulitkan si pembaca. Ukuran sedang untuk satu file teks adalah 100 KB sedangkan foto dan ijazah 200-300 KB. Kan, kita juga yang rugi kalau lamaran kita langsung di-delete hanya gara-gara memberatkan komputer penerima....
Buat kita yang sudah kerja tapi melamar pekerjaan baru, hentikan, deh, niat mengirim lamaran dengan menggunakan e-mail kantor. Selain nggak etis, risikonya cukup besar kalau ketahuan bagian SDM kantor kita. Apalagi, nih, kalau perusahaan yang kita kirimkan lamaran itu adalah perusahaan pesaing. CC


