Career
Ambisius Vs Teman

12 Jul 2010

Biar karier dan hubungan dengan rekan kerja sama-sama sukses, kita harus bisa memadukan keahlian kita dalam bekerja dan berinteraksi dengan orang lain. Berikut beberapa tipnya:

1. Komunikasi efektif
Saat presentasi di depan klien, ternyata banyak peserta rapat yang tidak mengerti apa yang kita bicarakan dan beberapa terlihat menguap. Bahkan rekan kerja malah menertawai kita. Apa yang salah?

Selanjutnya:
 Tidak hanya materi presentasi yang harus kita kuasai sebelum ‘maju perang’. Seni berkomunikasi yang tepat juga perlu dipelajari, seperti berbicara secara efektif. Sebagai awalnya, lihat, deh, reaksi teman-teman saat kita mengemukakan pendapat. Jika mereka kelihatan nggak peduli atau mulai bisik-bisik sendiri, ada yang salah, tuh. Bisa jadi kita ngomong terlalu bertele-tele dan tidak fokus.
 
2. Delegasi tepat 
Bos memercayakan kita sebagai ketua tim proyek. Berhubung dekat dengan A, kita memberikan tugas ringan kepadanya, dan memberi tugas berat kepada orang yang tidak kita sukai. Hati-hati, sikap ini hanya akan memperburuk citra kita!

Selanjutnya:
 Meski belum menjadi atasan dari segala ‘atasan’, kita mesti berpikir dan bertindak cerdas. Mulai saja dari divisi yang kita tangani. Perlakukan rekan dan bawahan secara adil tanpa pandang bulu. Kalau si A hanya menangani tugas ringan pada proyek sebelumnya, pada tugas kali ini dia harus mendapatkan tugas lebih berat. Pintar-pintar ‘menggilir’ jatah tugas, deh.
 
3. Stop sombong
Kita sudah dua tahun bekerja tapi atasan masih suka memberi kita berbagai nasihat, “Saat bertemu dengan direktur A, jangan lupa begini. Selesai mengerjakan proyek ini, Anda harus menulis laporannya dan dikirim ke divisi B, C, D.” Bosan banget! Memangnya kita sebodoh itu, ya?

Selanjutnya:
 Meski sudah terjun ke dunia kerja, bukan berarti kita sudah bebas dari masa-masa ‘belajar.’ Memang, sih, kita tidak lagi belajar formal seperti masa kuliah. Dalam bekerja, inisiatif sangat diperlukan untuk mengembangkan diri.
Bisa jadi bos berulang kali mengingatkan kita karena inisiatif dinilai kurang. Jangan keburu ngambek, kita malah bisa belajar dari bos dan senior kita. Selain itu, amati cara mereka memimpin anak buah dan boleh juga, tuh, menerapkannya dalam pekerjaan kita.
 



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?