Lihat kiri kanan
Ngaku saja, deh, istirahat makan siang selain buat mengisi perut juga dijadikan ajang buat ngegosip. Mulai dari ngegosipin si bos yang cerewet, anak baru yang mulai pdkt sama manajer IT yang ganteng, sampai curhat soal kelakuan geng 'musuh' yang semakin menyebalkan.
Persaingan bahkan 'perang' di kantor adalah hal yang wajar, tiap orang kan punya kepentingan berbeda yang bisa saja saling berbenturan. Menurut Untung P Silalahi, konsultan SDM di Trimitra Consultant, pembagian geng bisa beragam mulai dari karena hobi yang sama, berada di divisi yang sama, tempat makan yang satu selera, atau cuma karena ngobrolnya nyambung.
"Tapi kalau geng di kantor sudah mulai merembet ke arah perseteruan, ya kita harus lihat dulu apa yang menyebabkannya. Apalagi jika kita adalah karyawan baru, jangan sampai kita terburu-buru berpihak pada salah satu geng tanpa tahu masalahnya. Itu, sih,cari musuh namanya", kata Untung.
Tetap profesional
Satu hal yang harus kita ingat, jangan sampai adanya geng di kantor mengganggu kinerja dan profesionalisme. Berbeda paham soal rencana kerja, sih, nggak apa-apa, semua orang kan berhak punya pendapat. Tapi kalau berantem di kantor gara-gara berebut cowok, sih, itu namanya nggak penting!
"Selalu ingat pada job description, deh. Kalau geng-gengan ini nggak menghalangi kita untuk melaksanakan tugas, sih, ya nggak apa-apa. Akan jadi masalah kalau karena kita nge-geng, pekerjaan malah nggak selesai dan kita nggak mampu mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Kalau sudah begini, jelas kita yang rugi," jelas Untung.
Menjaga profesionalisme juga termasuk bisa bekerja sama dengan orang yang kita anggap sebagai kubu lawan. Memang, sih, bakal ada rasa nggak nyaman jika bekerja dengan orang yang kita anggap salah. Tapi kalau ternyata dia punya ide brilian yang bisa menyukseskan proyek kantor, ya patut didukung, dong! CC Foto: Dok. Parenting


