Sex & Relationship
7 Trik Hadapi Situasi Genting Percintaan (Part 1)

16 Nov 2012

Kalau selama ini hubungan kita dan si dia berjalan baik-baik saja, bukan nggak mungkin suatu saat kita mendapatkan 'kejutan'. Biar siap menghadapinya, CC punya beberapa trik untuk melewati situasi yang menurut kita, sih, genting.  

'Terjebak' dengan camer
Dalam perjalanan berdua si dia, nyokapnya telepon dan menitip beli sesuatu. Karena nyokapnya butuh barang itu segera, kita diajak mampir ke rumahnya. Ini kunjungan pertama dan kita nggak siap sama sekali. Nyebelinnya lagi, sampai di rumah, si dia meninggalkan kita sama nyokapnya. Waduh...

Cara ngeles:
Sangat mudah kita menemui situasi tersebut. Pastinya, nih, kita dilarang panik duluan. Tenangkan diri sambil tarik napas perlahan... Putar otak, deh, mencari topik obrolan ringan yang netral dan aman. Mungkin salah satunya mengenai si dia. Biasanya mereka dengan senang hati menceritakan 'kelebihan' anaknya sehingga kita semakin tahu tentang si dia dari sumber terpecaya.

Namanya juga bicara dengan orang tua, jangan lupa perhatikan sopan santun dan gesture kita. Nggak ada salahnya, dong, mencoba memberikan kesan pertama yang baik.

Si mantan meneror
Belakangan ini ada yang rajin memberi missed call ke ponsel kita. Lama-lama penelepon itu mulai berani memaki setiap diangkat, lalu dimatikan. Giliran ditelepon balik malah nggak pernah dijawab. Setelah diselidiki, ternyata itu milik mantan si dia. Langsung marah atau...?

Cara ngeles:
Mantan si dia ternyata belum rela menghadapi hubungan mereka yang sudah berakhir dan senang meneror kita? Maunya, sih, nggak usah diambil pusing. Tapi kalau kelakuan mantannya semakin menjadi-jadi, pastinya bisa mengganggu juga.

Cuma ada satu cara menghadapi teror ini: jangan pernah takut! Semakin menunjukkan kalau kita takut dan terganggu terhadap terornya, dia akan semakin senang karena memang itulah tujuannya.

Kalau sudah keterlaluan, kita bisa mencoba membicarakan masalah ini dengan si dia. Minta pacar yang memberi pengertian dan menyelesaikan urusan dengan si mantan tadi. Kalau perlu, 'tantang' si mantan untuk ketemu langsung bertiga dengan si dia dan dengarkan apa maunya. Mungkin, memang ada urusan yang belum selesai di antara pacar kita dan si mantan.

Adik perempuannya (nyebelin)
Adik perempuan semata wayang si dia sering cemburu akan kehadiran kita. Dia merasa kita mengambil semua perhatian dan waktu kakaknya. Hasilnya, setiap ketemu dia, adiknya selalu bikin jutek, bahkan berusaha menggagalkan rencana kencan kita dan si sia.

Cara ngeles:
Sudah jadi rahasia umum kalau adik perempuan si dia (kadang) bisa sangat menyebalkan. Daripada terus menghindar, mendingan kita hadapi dan selesaikan. Seperti kata Michael Corleone di film The God Father, "Keep your friends close, but your enemies closer,". Maksudnya, jangan menganggap si adik sebagai musuh karena suatu saat mereka bakal berguna banget kalau jadi sekutu kita (saat si dia nyebelin, hehehe).

Mungkin kita juga perlu introspeksi diri terhadap perlakuan si adik. Ingat-ingat lagi, deh, apa benar tanpa disadari kita telah memonopoli kakaknya? Kalau benar, nggak ada salahnya meluangkan waktu bareng adik si dia.

Coba juga mengajaknya untuk pergi bertiga. Dari situ, kan, secara nggak langsung nunjukin bahwa kita nggak berniat memonopoli kakaknya. Paling nggak di sepan si dia, adiknya nggak bakal terus-terusan bersikap jutek ke kita. Tapi kalau segala cara gagal, cuekin aja, deh, kan kita pacaran sama abangnya, bukan dia, hehehe... CC  




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?