Yang namanya bekerja, tuh, memang nggak mudah. Ada saja kendala yang pasti kita temui. Namun, ada batasnya, tuh. Jika merasakan gejala-gejala berikut, mungkin saatnya kita harus berhenti kerja dan mencari peruntungan di perusahaan lain….
Perusahaan bergejolak
Maksudnya, nih, ada gonjang-ganjing perusahaan bakal bangkrut. Tanda-tandanya: pengurangan karyawan, pemotongan gaji, atau larangan lembur karena untuk menekan biaya kantor. Sebelum didepak, mendingan cari peluang baru!
Tidak berkembang
Artinya, kita selalu melakukan pekerjaan itu-itu saja alias nggak mendapat kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Kita nggak akan maju, tuh, jika daya kreativitas nggak terasah.
Tawaran baru
Jangan takut keluar dari zona nyaman jika memang ada tawaran pekerjaan lain yang menantang dan menjanjikan penghasilan lebih. Pekerjaan baru akan menambah networking dan memberi kita lebih banyak ilmu.
Kehilangan motivasi
Dengan kata lain, kita sudah mencapai tahap ‘masa bodoh’ alias mata rasa. Kita menutup mata terhadap ketidaknyamanan yang kita rasakan, baik ke pekerjaan dan perusahaan. Hasilnya, kita nggak mengeluarkan kemampuan terbaik.
Kesehatan menurun
Saking merasa bekerja di neraka karena rekan kerja reseh, bos nyebelin, dan pekerjaan menumpuk, kita jadi stres, mudah marah, dan gampang cemas. Intinya, kesehatan jiwa kita terganggu. Buat apa mempertahankan pekerjaan kalau kita nggak happy? (VIN/Foto:Fotosearch)
Perusahaan bergejolak
Maksudnya, nih, ada gonjang-ganjing perusahaan bakal bangkrut. Tanda-tandanya: pengurangan karyawan, pemotongan gaji, atau larangan lembur karena untuk menekan biaya kantor. Sebelum didepak, mendingan cari peluang baru!
Tidak berkembang
Artinya, kita selalu melakukan pekerjaan itu-itu saja alias nggak mendapat kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Kita nggak akan maju, tuh, jika daya kreativitas nggak terasah.
Tawaran baru
Jangan takut keluar dari zona nyaman jika memang ada tawaran pekerjaan lain yang menantang dan menjanjikan penghasilan lebih. Pekerjaan baru akan menambah networking dan memberi kita lebih banyak ilmu.
Kehilangan motivasi
Dengan kata lain, kita sudah mencapai tahap ‘masa bodoh’ alias mata rasa. Kita menutup mata terhadap ketidaknyamanan yang kita rasakan, baik ke pekerjaan dan perusahaan. Hasilnya, kita nggak mengeluarkan kemampuan terbaik.
Kesehatan menurun
Saking merasa bekerja di neraka karena rekan kerja reseh, bos nyebelin, dan pekerjaan menumpuk, kita jadi stres, mudah marah, dan gampang cemas. Intinya, kesehatan jiwa kita terganggu. Buat apa mempertahankan pekerjaan kalau kita nggak happy? (VIN/Foto:Fotosearch)


