Health & Diet
Tubuh Ideal Tidak Berarti Bebas Lemak, Ini Alasannya

28 Oct 2017


Foto: Pixabay

Mengapa komposisi tubuh yang ideal itu berarti masih memiliki lemak? “Lemak merupakan bahan dasar pembentukan hormon. Jadi, jika kadar lemak terlalu rendah dapat membawa beragam dampak bagi tubuh, salah satunya terganggunya pola menstruasi.
 
Wanita yang di tubuhnya mengandung kadar lemak rendah dapat mengalami amenore sekunder.  menstruasi yang seharusnya sekali sebulan, bisa jadi sekali dalam 3 bulan,” jelas dr. Diana.
 
Sementara, bila massa otot kurang dari ukuran ideal, maka akibatnya tubuh akanmudah lelah dan capek. Otot memiliki  beragam fungsi, salah satunya sebagai tempat penyimpanan gula yang diubah oleh hormon menjadi glikogen (cadangan gula). “Pengukuran massa otot memang tidak menjadi prioritas,” tuturnya.
 
Sekitar 70% tubuh manusia diisi oleh cairan. Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi,  ekentalan darah, tekanan darah tinggi, kolesterol, asam urat, dan lain-lain. Kadar lemak, khususnya lemak subkutan (lemak yang berada di bawah kulit), mudah terlihat di beberapa bagian tubuh. Pada tubuh wanita, lemak ini terkumpul di panggul atau perut, sedangkan pada pria umumnya berkumpul di bagian perut.
 
“Selain memperburuk penampilan, kelebihan kadar lemak juga dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif, seperti diabetes, hipertensi, stroke, atau penyakit jantung koroner,” kata dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK, Spesialis Gizi Klinik RSPI Bintaro Jaya.

Massa otot yang tinggi sangat baik untuk pembakaran lemak. Orang yang sering berolahraga biasanya memiliki massa otot yang baik, apalagi bila didukung asupan protein yang mencukupi. Massa otot yang banyak tidak memiliki dampak buruk, tapi biasanya akan menambah berat badan. Itu sebabnya, berat badan tidak bisa menjadi acuan bahwa program diet seseorang berhasil atau tidak.
 
Jika belum sempat mengukur komposisi tubuh di gym atau klinik, cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui suksesnya program diet dapat dilihat dari ukuran lingkar perut, paha, dan lengan. Bandingkan ukurannya dengan ukuran sebelum menjalankan program diet. potensi penyakit pada tubuh. “Jadi, tidak hanya ketika akan menjalani program diet dan latihan, pengukuran juga dilakukan saat medical check up,” kata dr. Diana.(f)

Baca juga:


Topic

#komposisitubuh

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?