
Foto: Fotosearch
Berbagai alasan kerap membuat banyak orang memilih cuti dari gym atau olahraga selama bulan puasa hingga beberapa hari setelah lebaran. “Bagi yang terbiasa olahraga kekuatan seperti angkat beban tidak perlu khawatir apabila terpaksa untuk cuti latihan selama 2-4 minggu di bulan puasa. Memang betul saat membahas tentang otot terdapat istilah use it or lose it, tetapi berdasarkan penelitian, penyusutan otot (muscle atrophy) tidak berlangsung instan,” ujar Jansen Onko M.Sc., RD, pakar gizi dan kebugaran dari Lagizi.
Pada penelitian lain menyatakan penurunan massa otot mulai terjadi saat memasuki bulan ketiga semenjak berhenti berolahraga kekuatan. Tetapi perlu diingat bahwa penelitian ini membutuhkan penelitian lanjut oleh karena banyaknya aspek-aspek yang mempengaruhi proses tumbuh kembang otot, antara lain: usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, genetik, durasi cuti, asupan gizi terutama protein dan gaya hidup.
Lebih jauh, Jansen menjelaskan, melemahnya kemampuan atau menurunnya kekuatan daya angkat saat memulai kembali pascacuti adalah hal yang wajar dan bukan semata-mata akibat penurunan massa otot. “Selain organ tubuh, sistem saraf pusat yang mengontrol fungsi gerak juga harus kembali beradaptasi dengan stimulus yang diberikan. Fase ini tidak berlangsung lama dan kekuatan Anda akan kembali ke titik sediakala dalam waktu relatif singkat karena adanya fenomena muscle memory,” ujar pria yang aktif di Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) ini.
Muscle memory bukan berarti otot memiliki ingatan, tetapi telah terbentuknya motor engram atau saraf neuromotor yang menghubungkan otak dan otot atas hasil dari melakukan suatu gerakan repetitif dalam kurun waktu tertentu. Yang terpenting adalah segera kembali ke rutinitas bugar Anda. (f)


