
Tak dipungkiri, banyak orang ingin cara mudah untuk jadi lebih ramping. Salah satu yang kini ditawarkan adalah pemberian vitamin B12 dan adenosine triphosphate (ATP), yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga menjadi lebih berenergi.
Penyuntikan B12 dan ATP dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat karena mengandung beberapa jenis pembakaran lemak. Suntik B12 berisi lipotropic yang menggabungkan herba alami, yang juga mengandung vitamin dan mineral. Lipotropic ini mendukung fungsi organ hati yang sehat dan akan membantu hati untuk mengurai lemak dalam tubuh. Lemak akan dipecah dan kemudian bergerak ke sepanjang aliran darah yang akan digunakan untuk menghasilkan energi.
Namun, pakar gizi dan kebugaran dari LAGIZI, Jansen Ongko menyarankan untuk berhati-hati, karena suntik B12 ini juga memiliki efek samping, seperti diare, sakit perut, mual atau muntah, peradangan pada daerah injeksi, sakit kepala, sesak pada daerah dada, nyeri otot, lemah, kram, buang air kecil, kesulitan bernapas atau menelan, mengalami sensasi kelelahan berlebihan, tangan atau kaki bagian bawah bengkak, rasa gatal, dan ruam pada permukaan kulit.
“Jika Anda ingin melakukan suntikan vitamin B12 atau ATP, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi. Pastikan bahwa suntik vitamin yang dilakukan sesuai aturan,” sarannya. Vitamin B12 secara alami dapat diperoleh dengan mengonsumsi ikan seperti salmon, makarel, kerang, serta daging merah.
Terapi lain yang diminati untuk meningkatkan metabolisme adalah akupunktur. Melalui akupunktur, titik-titik saraf yang berhubungan dengan metabolisme tubuh diperbaiki agar menjadi aktif kembali. Akupunktur diklaim dapat membantu menurunkan berat badan dengan memperkuat sistem pencernaan dan mengendalikan nafsu makan. Banyak yang merasakan manfaatnya, tetapi banyak juga praktisi kesehatan yang meragukannya. Jansen berpendapat, akupunktur tergolong pengobatan alternatif sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efektivitasnya.
Para ahli kesehatan lebih menyarankan pola makan yang tepat, rutin olahraga dan cukup istirahat, yang jauh lebih murah dan aman. Penting dicatat, selain membuat seseorang lebih gampang menjaga berat badan, menurut Jansen, metabolisme memang perlu dijaga agar penyerapan zat gizi lebih optimal, memiliki performa yang lebih baik dalam olahraga, kerja jantung lebih efisien dan tekanan darah cenderung stabil, serta tidak mudah mengalami gangguan metabolisme (sindrom metabolik), seperti diabetes dan lain-lain.(f)



