
Foto: Des
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2014, kasus tuberculosis (TB) di Indonesia mencapai 1 juta dan jumlah kematian diperkirakan mencapai 110.000 tiap tahun. Atas dasar itu, Kementerian Kesehatan RI mencanangkan Gerakan TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh). Tujuan gerakan ini agar penularan TB di Indonesia dapat dihentikan. “Peran keluarga sangat penting, sehingga penderita semangat untuk melakukan pemeriksaan dan meminum obat,” kata Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), di sela acara peluncuran TOSS TB di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
Prof. Nila mengatakan bahwa obat TB diberikan secara gratis kepada penderita. Namun, penggunaannya harus sesuai aturan dari dokter untuk mencegah terjadinya kekebalan terhadap obat. “Pemerintah DKI Jakarta akan mendorong penderita untuk menjalani pengobatan yang baik. Melalui lurah, kami akan sedikit memaksa mereka yang malas berobat. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya penularan kepada orang lain,” kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (f)




