Health & Diet
Latihan Bela Diri Bisa Menyehatkan Mental Anda, Ini 5 Alasannya

27 Dec 2017


Foto: 123RF


Fun! Setidaknya, itulah salah satu alasan wanita menggemari latihan bela diri (martial art) seperti muay Thai, boxing, krav manga, atau jiu jitsu. Apalagi tempat latihannya makin beragam dan nyaman, seperti di gym yang trendi. Apa lagi keuntungan yang didapat dengan latihan bela diri?
 
Jangan heran kalau makin banyak wanita dengan mahir mengenakan pita dan sarung tangan tinju atau melakukan tendangan yang mantap. Pasalnya, kini minat untuk mengikuti latihan bela diri sangat tinggi. “Dalam kelas muay Thay dan boxing yang saya latih biasanya didominasi oleh wanita,” ungkap Diena Rosmeilasari, instruktur fitness First Lotte Shoping Avenue, Jakarta.

Diena mengatakan, wanita menyukai latihan bela diri karena wanita menganggap olahraga ini menyenangkan dan tidak terlalu membosankan. “Bela diri merupakan latihan yang sangat efektif untuk kardio. Di dalamnya ada kombinasi latihan kardio dan latihan kekuatan,” ujarnya.

Di beberapa pusat kebugaran, latihan bela diri memang diutamakan untuk tujuan kebugaran atau menurunkan berat badan. Bukan untuk menjadikan seseorang sebagai petarung. Bila terprogram dan program tersebut dijalankan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka manfaat yang didapatkan bukan hanya untuk fisik, tapi juga untuk kesehatan mental.   

Lebih jauh ia menjelaskan beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan latihan bela diri.  
 
  1. Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi. Ketangkasan, power, speed, kekuatan, dan koordinasi sangat berkaitan dengan fungsi otak. Keseimbangan dan koordinasi antara pikiran dan gerakan tubuh dapat terlatih lewat gerakan memukul atau menendang atas atau bawah, kiri atau kanan. Juga untuk mengelak secara cepat dan refleks. Lewat latihan gerakan cepat dan refleks, kewaspadaan seseorang untuk menghadapi gerakan cepat juga akan terbentuk. Latihan bela diri memang sangat membantu fungsi otak.
  2. Meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian. Kepercayaan diri seseorang dengan sendirinya akan terbentuk ketika sudah tangkas dan mampu melakukan gerakan-gerakan yang cepat atau refleks. Apalagi bila merasakan bahwa badannya bugar. Dengan demikian, akan menumbuhkan juga keberanian dalam diri.
  3. Meningkatkan disiplin. Kedisiplinan seseorang bisa dibentuk tidak hanya saat berlatih, tetapi juga di luar dari sesi latihan. Melawan kemalasan, latihan rutin dan teratur, adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kedisiplinan. Untuk mewujudkan hal ini sangat diperlukan kerja sama antara pelatih dan yang dilatih. Pelatihan juga harus menunjukkan kedisiplinannya, dibarengi dengan motivasi. “Melawan kemalasan dengan datang latihan sesuai jadwal. Apalagi bila menjalankan latihan sesuai durasi yang telah diprogramkan, juga merupakan bagian dari melatih kesehatan mental,” ujarnya.
  4. Meningkatkan konsentrasi. Fokus! Itulah salah satu kunci utama dalam berolahraga. Kalau tidak fokus,  akan sulit  untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Begitu juga halnya dalam bela diri. Dalam tiap sesi latihan seseorang harus fokus. Kalau lengah sedikit akan membahayakan diri sendiri atau lawan berlatih karena salah sasaran.  
  5. Mengurangi stres. Semua olahraga, termasuk bela diri, memang bisa untuk melepas stres. Olahraga yang dilakukan secara rutin dan teratur membuat darah mengalir lebih baik. Jantung memompa darah dengan baik, paru-paru bisa memompa oksigen dengan sempurna, dan membantu keluarnya endorfin. Dengan demikian, kondisi ini akan mengurangi stres seseorang.
 
“Semua manfaat itu baru bisa didapatkan bila berlatih sesuai program, serius, dan fokus. Kalau tidak, manfaat tidak akan didapatkan, tapi justru membuat badan jadi capek dan buang-buang uang,” tuturnya. Untuk mendapatkan manfaat itu tergantung dari program dan kondisi seseorang. Namun, pada umumnya, dalam waktu 3 bulan dengan latihan sebanyak 3 kali per minggu, durasi 1 jam per sesi, Anda akan merasakan tubuh yang makin sehat dan gesit.

Tiap orang bisa memiliki tujuan yang berbeda. Ada yang tujuannya untuk sekadar kebugaran saja, menambah skill, atau justru ingin menjadi petarung. Karena itu, ia menyarankan untuk menetapkan tujuan sejak awal, sehingga bisa dibuatkan program yang mempertimbangkan tujuan dan kondisi Anda.

Di tahap awal, Anda akan diberikan latihan dasar, seperti pasang kuda-kuda, cara berdiri, mengatur napas, kemiringan badan, mata, cara memukul dan  menendang, dan lain-lain. Kemudian masuk dalam sesi latihan inti. Jangan heran juga jika Anda diminta untuk melakukan latihan, seperti push up atau meditasi, karena dalam   latihan bela diri diperlukan juga latihan otot dan pernapasan.(f)


Baca juga:
Survei, 31% Responden Memilih Berolahraga di Gym
Pencak Silat Jadi Warisan UNESCO
4 Olahraga Martial Art Wajib Dicoba


 


Topic

#beladiri

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?