Health & Diet
Kenali 4 Jenis Obat Pelangsing

9 May 2016

Foto: Fotosearch

Pada prinsipnya, cara kerja obat pelangsing adalah mengurangi asupan makanan yang dicerna dalam tubuh, dan bukannya tidak mengonsumsi makanan sama sekali. Dengan kata lain, jika Anda mengonsumsi obat pelangsing, tapi sembari tetap  menjalani gaya hidup sehat, efek sampingnya bisa diminimalkan, kok.
Nah, untuk mengurangi dampak negatif, ada baiknya Anda mengenali dulu jenis-jenis obat pelangsing yang ada, berikut cara kerjanya dan solusi untuk menghindari masalah dengan obat pelangsing dari dr. Laila Hamid, konsultan gizi dari Klinik Body Looks.
 
1/ Penekan selera makan
Obat golongan ini berfungsi memengaruhi susunan saraf pusat (sentral). Cara kerjanya dengan menekan pusat rasa lapar di otak, sehingga orang yang mengonsumsinya tidak berselera makan. Kandungan obat dalam golongan ini adalah amphetamine, dekstroamphetamine, metaamphetamine, detilpropion, mazindol, benzfetamin, dan fenilpropanolamin.
 Jika penggunaannya salah, jenis obat ini bisa menyebabkan tremor, jantung berdebar, sulit tidur, gelisah, dan mulut kering. Efek yang parah, bagi pengidap hipertensi, golongan obat jenis ini dapat membuat tekanan darah naik secara mendadak. Akibatnya, pembuluh darah akan pecah, dan bisa berakhir stroke.

Solusi: Meski bisa menahan nafsu makan, bukan berarti Anda boleh tidak makan sama sekali. Makan teratur dengan porsi makan cukup, yang mengandung nutrisi seimbang, mampu mengurangi efek samping. Tapi, Anda perlu berhati-hati. Karena berfungsi menekan saraf, obat jenis ini umumnya bersifat adiktif alias bisa menyebabkan kecanduan. Jadi, jika dokter menganjurkan agar Anda hanya mengonsumsi dalam batas waktu tertentu, sebaiknya jangan dilanggar.
 
2/ Mempercepat rasa kenyang
Cara kerjanya juga memengaruhi otak, yaitu memperbanyak produksi hormon serotonin sehingga perut cepat terasa kenyang. Pemakaian obat ini harus sepengetahuan dokter, karena efek sampingnya cukup berbahaya, yaitu akan menaikkan tekanan darah, gelisah, sembelit, dan sakit kepala. Kandungan senyawa obat dalam golongan ini adalah sibutramin hidroklorida.

Solusi: Meski hanya makan dalam porsi kecil, perut terasa lebih cepat penuh. Tapi, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan kaya nutrisi. Porsi kecil itu jangan disia-siakan, misalnya dengan hanya makan sepotong pisang goreng. Perut memang terasa kenyang, tapi gizinya kurang. Selain itu, asupan kalori juga akan meningkat, karena sepotong pisang goreng setara dengan sepiring nasi. Jadi, pilihlah makanan-makanan yang bergizi, seperti sayuran dan buah-buahan kaya serat, yang sekaligus bisa mengatasi sembelit.

3/ Menurunkan tingkat penyerapan lemak
Dalam usus terdapat enzim lipase, yang berfungsi memecah lemak agar bisa diserap tubuh. Nah, obat golongan ini bertugas menghambat aktivitas lipase, sehingga sebagian lemak tak dapat diserap tubuh, melainkan langsung dikeluarkan bersama kotoran atau feses. Yang termasuk golongan ini adalah jenis obat orlistat. Ada pula obat pelangsing lokal yang termasuk golongan orlistat. Cara kerjanya adalah dengan mengikat lemak, sehingga hasil sekresi tubuh jadi berminyak. Dengan mengonsumsi obat ini, proses pencernaan lemak memang ‘diganggu’, sehingga 30% lemak dibuang dan tak diserap tubuh. Bila mengonsumsi dalam dosis berlebih, Anda bisa terkena diare, perut kembung, dan dapat mengakibatkan terbuangnya vitamin yang larut dalam lemak  (vitamin A, D, E, K).


Solusi: Konsumsi sesuai dosis yang dianjurkan dokter. Jika diare berkepanjangan, sebaiknya pemakaian dihentikan.

4/ Melancarkan pengeluaran air dari tubuh
Golongan obat ini mempunyai sifat diuretik, yaitu ditandai dengan seringnya buang air kecil. Karena itu, berat badan bisa turun dengan cepat. Tapi, obat jenis diuretik ini berbahaya karena tubuh bisa kekurangan air. Air yang ‘menguasai’ 70% tubuh mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai penjaga suhu tubuh dan juga mediator untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh.
Jika tubuh kekurangan air, metabolisme tubuh jadi terganggu. Selain itu, kondisi ini juga berbahaya bagi kesehatan ginjal, karena organ ini dipaksa bekerja keras untuk mengeluarkan urine terus-menerus.
Solusi: Perbanyak minum air putih, minimal 8 gelas sehari, agar terhindar dari dehidrasi dan gangguan ginjal.
 

Seimbangkan dengan Olahraga
Ketika menjalani metode pelangsingan dengan cara apa pun, dr. Laila menegaskan, bila tubuh terasa lemas, sulit tidur, susah berkonsentrasi, dan sebagainya, itu berarti program diet yang Anda lakoni tidak benar. Karena itu, ketika pil pelangsing menjadi pilihan Anda untuk mengurangi berat badan, sebaiknya barengilah dengan asupan nutrisi yang seimbang dan olahraga yang teratur. Jadi, lakukanlah dengan strategi dan motivasi baik.

Strateginya, anjur dr. Laila, jangan sepelekan anjuran dan larangan dokter atau ahli gizi. Ketika berkonsultasi, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda agar bisa memberikan jenis obat pelangsing yang sesuai kondisi kesehatan Anda. Selain itu, jangan mengonsumsi lebih lama daripada batas waktu yang ditentukan dokter. Umumnya, cukup selama 10-15 hari. Sebab, jika dikonsumsi lebih dari dua bulan, biasanya tidak bermanfaat lagi, dan malah meningkatkan risiko efek samping.

Kendati begitu, motivasi terbaik adalah menjadi lebih sehat, bukan sekadar menjadi lebih langsing. “Menggunakan obat pelangsing bukan berarti melalaikan semua asupan untuk tubuh. Mulailah mengatur pola makan serta pola pemasukan dan pengeluaran kalori,“ ujar dr. Laila.

Jangan lupa pula menyeimbangkannya dengan olahraga teratur. Pilihlah olahraga yang ringan, tetapi intensitasnya cukup tinggi, misalnya jogging, bersepeda, jalan kaki, atau senam aerobik. Lakukan selama 30-60 menit, 2-3 kali seminggu. Keuntungan lain, sisa pembakaran lemak usai berolahraga akan menghasilkan zat keton, yang secara alami bisa mengurangi nafsu makan. Jadi, jika sudah rutin berolahraga, Anda tak perlu mengonsumsi obat pelangsing lebih lama lagi. Lebih baik yang alami, bukan?

Jadi, yang terpenting bukanlah sekadar menurunkan berat badan, tapi juga mempertahankannya. Cara efektif agar bobot tubuh tidak melambung lagi adalah dengan mendisiplinkan diri untuk makan secukupnya, rutin berolahraga, dan menjalani gaya hidup sehat. Karena memang ketiga hal itulah yang terbaik.

Fatimah Nurhayani


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?