Health & Diet
Kategori Orang Dewasa yang Perlu Imunisasi

17 May 2016



Foto: Fotosearch

Menurut dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI dari Subbagian Alergi-Imunologi Klinik, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSPUN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, orang dewasa membutuhkan imunisasi aktif agar terlindung dari penyakit berbahaya tertentu. Sayangnya, saat ini belum banyak orang dewasa yang melakukannya.

Imunisasi orang dewasa berbeda dari imunisasi untuk anak-anak dan balita. Setiap balita dan anak-anak memiliki jadwal imunisasi tertentu yang merupakan bagian dari program kesehatan nasional, sedangkan imunisasi bagi orang dewasa (usia 18 tahun ke atas) tidak diwajibkan. Jenis imunisasi yang dipilih juga bervariasi, tergantung kondisi dan kebutuhan setiap orang. Hal-hal berikut ini patut Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukan imunisasi atau tidak.
  • Riwayat pekerjaan
Pekerja lapangan tergolong sering terkena luka, sehingga memerlukan vaksinasi tetanus, sedangkan petugas kesehatan, seperti dokter atau perawat, rentan tertular hepatitis B. Karenanya, mereka perlu vaksinasi hepatitis B. Dokter hewan juga sebaiknya melakukan vaksinasi rabies.
  • Rentan tertular penyakit
Mereka yang berisiko tertular penyakit, seperti berdaya tahan tubuh rendah (penderita HIV/AIDS) atau hidup dalam lingkungan yang tidak sehat, sebaiknya melakukan vaksinasi. Misalnya, vaksinasi influenza, hepatitis A, tifoid (untuk mencegah tifus), dan MMR (Measles, Mumps, dan Rubella).
  • Rencana bepergian
Di negara-negara tertentu, tak jarang ada virus asing yang bisa menyerang Anda. Misalnya, jika pergi ke negara-negara di Afrika, Anda harus melakukan vaksinasi demam kuning atau yellow fever.
  • Berusia lanjut
Mereka yang berusia lanjut (65 tahun ke atas) amat disarankan melakukan vaksinasi pneumokok (untuk mencegah radang paru) dan vaksinasi influenza.
 
Di dalam negeri memang belum ada data ataupun penelitian yang menjabarkan efektivitas imunisasi pada orang dewasa. Tetapi, di sejumlah negara maju, imunisasi pada orang dewasa terbukti memberi hasil yang menggembirakan.

Menurut buku Konsensus Imunisasi Dewasa yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), di negara maju, vaksinasi hepatitis B efektif mencegah serangan penyakit ini 80%-95%. Sedangkan vaksinasi influenza bisa menurunkan terjadinya kasus influenza sebesar 70%-90%. Khusus untuk vaksinasi tetanus, asalkan diterapkan secara benar, dapat mencegah seseorang terjangkit penyakit tetanus hingga 100%!

“Jadi, perlu atau tidaknya imunisasi dilakukan, berpulang kembali kepada pertimbangan setiap orang. Jika memang Anda beranggapan bahwa kualitas kesehatan perlu dijaga, meski penyakit belum menyerang, maka Anda sebaiknya melakukan imunisasi. Di sisi lain, jika Anda memilih untuk melawan penyakit ketika ia sudah datang, maka Anda harus siap dengan sejumlah risiko, yaitu mengeluarkan biaya, waktu, serta tenaga yang cukup besar untuk mengatasi penyakit tersebut,” ujar dr. Iris, bijak.


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?