
”Dia tidak mudah gemuk walau tidak diet, karena metabolismenya cepat. Sementara saya, minum air saja jadi daging.” Pernah curhat seperti ini? Mungkin Anda sering mendengarnya saat mengomentari seorang teman yang kelihatannya tidak pernah takut gemuk, walau makan apa saja. Tak perlu galau, metabolisme yang membuat seseorang tetap langsing itu, selain anugerah, juga bisa Anda kendalikan.
Sebelum mengendalikannya, pertama-tama Anda perlu paham bahwa yang dimaksud metabolisme adalah proses pemecahan zat gizi (katabolisme) di dalam tubuh untuk menghasilkan energi dan proses pembentukan (anabolisme) struktur tubuh. Sistem metabolisme akan terus berlangsung pada makhluk hidup, termasuk manusia, karena merupakan proses penting untuk bertahan hidup. Bisa dikatakan, metabolisme itu unik, berbeda pada tiap orang.
“Metabolisme sangat dipengaruhi oleh keadaan fisiologis seseorang, seperti usia, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik, dan status kesehatan, sehingga sulit dibandingkan antara metabolisme orang yang satu dengan yang lainnya,“ ujar Jansen Ongko, R.D., M.Sc., pakar gizi dan kebugaran dari LAGIZI.
Usia memiliki peranan besar. Metabolisme remaja lebih tinggi karena masih dalam proses pertumbuhan. Makin bertambah umur seseorang, metabolisme tubuhnya akan makin berkurang, salah satunya karena terjadi perubahan komposisi tubuh berupa penurunan massa otot. Menurunnya massa otot ikut menurunkan metabolisme tubuh, karena sel otot membutuhkan kalori tiga kali lipat dibanding sel lemak untuk bertahan di tubuh.
Faktor ras seperti caucasoid, mongoloid, australoid, atau negroid, tidak berpengaruh. Sebaliknya, gender atau jenis kelamin berpengaruh. Pada umumnya pria memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Hal ini karena sel otot pada pria cenderung lebih banyak dibandingkan wanita.
Selain itu, tipe tubuh (somatotype) dan genetis juga memengaruhi metabolisme seseorang. Orang yang memiliki tipe tubuh ectomorph cenderung memiliki struktur tulang kecil, ramping, tak mudah menyimpan lemak dan membentuk otot. Sedangkan orang yang memiliki tipe tubuh endomorph cenderung lebih lebar dan bulat serta mudah menyimpan lemak. Ada juga tipe mesomorph, yang berada di antara dua tipe tadi. Tipe tubuh ini cenderung atletis, mudah membentuk otot, tapi tidak semudah tipe endomorph dalam menyimpan lemak. Di antara ketiganya, tipe ectomorph memiliki paling cepat, disusul tipe mesomorph, lalu endomorph.(f)


