
Foto: Fotosearch
1. Tetanus dan difteri (Td)
Bakteri tetanus masuk ke tubuh penderita melalui luka gores, luka bakar, ataupun gigitan. Orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi tetanus akan diberikan vaksinasi Td (tetanus, difteri). Setelah itu, setiap 10 tahun sekali, Anda akan diberikan dosis penguat (booster).
2. Hepatitis A
Vaksin hepatitis A diberikan dalam dua dosis dengan jarak antara 6 hingga 12 bulan. Mereka yang berisiko tinggi terserang hepatitis A, seperti penyaji makanan, pemakai narkoba, serta homoseksual, sebaiknya melakukan imunisasi ini. Dosis penguat akan diberikan setiap 10 tahun sekali.
3. Hepatitis B
Penyakit hepatitis B bisa memicu kanker hati. Karena itu, sedapat mungkin, lakukanlah vaksinasi ini. Vaksin hepatitis B diberikan sebanyak 3 dosis. Rentang waktu antara dosis pertama dan kedua adalah 3 bulan. Antara yang kedua dan ketiga 6 bulan. Bila respons baik, Anda tak perlu dosis penguat.
4. Measles (campak), Mumps (gondong), Rubella (campak Jerman)/MMR
Ketiga penyakit ini dikenal sering menyerang anak-anak. Padahal, penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa. Mereka yang lahir pada tahun 1957 dan sesudahnya perlu mendapat 1 dosis vaksin. Jika Anda bekerja di lembaga kesehatan dan sering bepergian, Anda perlu 2 dosis vaksin dengan jarak pemberian minimal 4 minggu. Penguatan vaksin dilakukan setiap 10 tahun.
5. Demam tifoid (tifus)
Bakteri tifus masuk melalui saluran pencernaan dan bisa menyebar ke seluruh tubuh. Lingkungan yang tidak bersih menjadi penyebar penyakit ini. Karena itu, Anda yang sering bepergian atau bekerja di bidang jasa boga disarankan melakukan imunisasi tifoid, yang dilakukan setiap 3 tahun.
6. Varisela (cacar air)
Vaksinasi varisela dilakukan kepada orang-orang yang kontak dekat dengan penderita cacar air, seperti petugas kesehatan dan orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita. Vaksinasi terdiri dari 2 dosis yang diberikan dengan jarak 4-8 minggu. Penguatan dilakukan setiap 20 tahun.
7. Meningokok/Meningitis (radang selaput otak)
Vaksinasi meningokok polisakarida tetravalen diwajibkan bagi jemaah calon haji. Anda yang melancong ke lokasi epidemi penyakit ini di sub-sahara Afrika, juga perlu melakukan imunisasi. Penguatan dilakukan setiap 3 tahun.
8. Influenza
Vaksinasi influenza sebaiknya dilakukan setiap tahun bagi orang dewasa berusia 50 tahun ke atas. Juga dianjurkan bagi orang muda yang menjadi jemaah haji. Selain itu, imunisasi juga disarankan bagi petugas medis serta pengidap penyakit jantung, paru-paru kronis, disfungsi ginjal, dan penyakit metabolisme (termasuk diabetes). Pemberiannya sekali setahun.
9. Pneumokok
Vaksinasi ini ditujukan bagi mereka yang berusia di atas 65 tahun. Tetapi, jika Anda mengidap penyakit paru-paru kronis, diabetes melitus, kardiovaskular kronis, infeksi HIV, leukemia, gagal ginjal kronis, atau mendapat kemoterapi imunosupresif, Anda perlu mendapatkan vaksinasi. Dilakukan setiap 5 tahun.
10. Rabies
Bukan imunisasi rutin. Dianjurkan bagi orang yang berisiko tinggi tertular rabies, seperti dokter hewan, mereka yang memelihara hewan piaraan, dan pekerja laboratorium. Juga pada orang yang akan pergi ke daerah endemis yang berisiko kontak dengan hewan atau individu yang menderita rabies.
11. Yellow Fever dan Japanese Encephalitis
Vaksin yellow fever diwajibkan WHO pada wisatawan yang berkunjung ke Afrika Selatan. Pengulangannya dilakukan setiap 10 tahun sekali. Sedangkan Japanese encephalitis disarankan jika Anda datang ke daerah endemis (umumnya di Asia) selama lebih dari 30 hari.
12. Human Papiloma Virus (HPV)
Sebanyak 99% kasus kanker serviks (leher rahim) disebabkan oleh infeksi HPV. Saat ini, vaksin untuk HPV masih dalam taraf uji klinis tahap ketiga. Diharapkan, dalam waktu singkat vaksinasi HPV bisa diperoleh di Indonesia.
13. Imunisasi sebelum menikah
Wanita dewasa yang hendak menikah sebaiknya melakukan vaksinasi tetanus, hepatitis B, serta MMR. Selain untuk melindungi diri sendiri, vaksinasi ini juga diperlukan untuk melindungi kesehatan calon janin.
Yuniarti Tanjung




