Fiction
Cerpen: Cat Kuning Pisang

30 Jun 2018



Dahayu menatap ngeri lantai itu. Mendadak pintu terbuka. Ia mengangkat wajah dan melihat suaminya muncul di ambang pintu. “Panas sekali… astaga… apa lagi yang kau lakukan, Dahayu?” Pria itu menatap tak percaya pada dinding yang kuning menyala.  Sejenak ia menggeleng-gelengkan kepala seraya menatap tajam istrinya.  “Kepanasan?”

Dahayu menjawab gugup, “Aku seperti telur mata sapi di atas minyak panas dalam penggorengan.”

Suaminya menghela napas. “Tepatnya, kau seperti segumpal kuning telur yang dikelilingi putih telur dalam penggorengan, tak ingin melebur, enggan membaur.” Pria itu berkata lagi, “Kau ada di sini, bukan di sana, Sayang. Kau harus belajar mengenal putih, bukan kuning melulu.”

Sesaat Dahayu hanya mematung sebelum mengangguk lambat. Suaminya tersenyum dan merangkul pinggangnya. “Baiklah, besok kita akan pergi ke toko bahan bangunan dan membeli cat putih. Kita akan menempatkan putih kembali pada posisinya,” sahutnya, seraya menyeka keringat di kening Dahayu dengan tangannya yang menenangkan.

Ernita Dietjeria
 
Cek koleksi fiksi femina lainnya di:


Topic

#cerpen, #fiksifemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?