Family
Pemerintah Susun Protokol Kesehatan Khusus Cegah Klaster Keluarga

13 Oct 2020


Foto: Unsplash

 

Wanita Ujung Tombak Tekan Penularan Dalam Klaster Keluarga

Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo, mengatakan klaster keluarga ini memang sulit dihindari. Karena terkait dengan klaster-klaster lain, seperti klaster kantor, klaster pasar yang semuanya berpotensi bertemunya di keluarga.

Oleh karena itu, peran serta anggota keluarga dalam satu rumah tangga dinilai sangat penting dalam mencegah penularan virus Covid-19. Dalam hal ini wanita memiliki peran yang sangat dibutuhkan, seperti diungkap oleh Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga.

Wanita atau ibu rumah tangga menjadi agen untuk menanamkan kebiasaan baru di lingkungan keluarga, termasuk kepada anak-anak. “Harapan kami protokol kesehatan keluarga ini juga dapat diterapkan. Bila ada anggota keluarga yang terinfeksi, dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor Presiden, pada akhir September lalu. 

Untuk saat ini agar terhindar dari infeksi Covid-19 di dalam dan di luar rumah, ia meminta keluarga-keluarga di Indonesia untuk menerapkan ketat 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sebagai upaya sosialisasi dan kampanye masif, Kementerian PPPA melibatkan lembaga-lembaga pemerhati perempuan salah satunya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). "Dimana mereka sebagai pelopor dan pelapor, dan bisa kita ajak untuk mengkampanyekan dan mensosialisasikan secara masif berkaitan dengan 3M ini," lanjut Bintang.

Berkaitan dengan klaster keluarga, disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ketat itu adalah kunci untuk menekan persebarannya. Disiplin itu kata Bintang, tidak hanya pada saat keluar rumah saja. Tetapi saat berinteraksi juga di dalam rumah tangga.

"Perempuan sebagai manajer rumah tangga yang selalu harus mengingatkan keluarganya walaupun di dalam rumah tetap memakai masker. Apalagi di dalam rumah tersebut ada kelompok rentan, balita (bawah lima tahun) dan lansia (lanjut usia)," imbaunya.

Ia yakin dengan melibatkan perempuan dalam keluarga, jelas akan menekan peningkatan klaster secara signifikan. "Semuanya mari kita bersatu bergandengan tangan, bekerja bersama-sama, saya yakin kekuatan perempuan akan bisa keluar dari situasi sulit ini. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia Maju," tutupnya. (f)

Baca Selanjutnya: 
Penggunaan Masker pada Anak, Amankah?
Pandemi COVID-19 dapat Memperburuk Kondisi Jiwa Orang dengan Demensia. Ini Cara Tepat Merawatnya
Hati-Hati, 62 Persen Anak Mengalami Kekerasan Verbal oleh Orang Tuanya Selama Pandemi COVID-19


Faunda Liswijayanti


Topic

#IngatPesanIbu, #3M, #Covid19, #Corona, #satgas

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?