
Foto: Stocksnap.io
Ketika sekilas melihat penampilan 'anak baru' di kantor yang termasuk gen C (conncected generations), di benak kita mungkin terlintas, “Model baju apaan, sih, yang dia pakai? Kok, ajaib banget begitu? Atau jangan-jangan kita yang nggak paham tren?” Kalaupun dibayar, misalnya, kita akan memilih untuk tidak pakai model tersebut. Menurut survei Adecco, perusahaan rekrutmen, 2012, 75% manajer mengatakan kesalahan terbesar yang dilakukan Gen C saat mencari pekerjaan adalah mengenakan pakaian yang tidak pantas saat wawancara kerja.
Kalau bisa beda, kenapa harus sama? Begitu kira-kira pemikiran para gen C. Karena sangat berpusat pada diri sendiri dan super narsis, harap-harap cemas semua pandangan mata tertuju pada dia, gen C memang senang tampil beda. Selain itu, ekspresi diri merupakan hal yang penting bagi gen C. Pandangan orang nggak penting. Yang penting, dia merasa nyaman dan pede.
Dengan karakter yang senang coba-coba, soal penampilan pun mereka tak ragu mencoba yang baru dan tidak biasa, termasuk model rambut yang tidak jelas potongannya, rambut yang dicat tiga warna pada satu masa, atau memakai anting di bagian tubuh yang tidak biasa dihiasi anting.
Gen X mungkin stres berat membayangkan kantor dihiasi jins super ketat dan legging (baby boomer mungkin malah akan pingsan), mau ke kantor tapi penampilannya seperti mau liburan saja. Terkadang mereka cuek memakai sandal ke kantor. Kalau sepatu sandal, sih, bolehlah. Nah, kalau pakai sandal buat ke pantai? Kalaupun ditegur, jawabannya bisa bikin kita tambah dongkol, “Ini kan sandal jepit keluaran merek X, Bu! Mahal, lho!” (f)
Veronica Wahyuningkintarsih


