True Story
Rofifah Juniandar, Tetap Produktif di Tengah Keterbatasan Fisik

8 Nov 2019


Foto: Shinta Meliza

Walau dengan keterbatasan fisik, namun Rofifah Juniandar (22) bisa hidup mandiri, tanpa harus bergantung pada orang tua. Sejak 2016 lalu, lima tahun setelah kaki kanannya diamputasi karena kanker tulang yang ia derita, Ofi mulai menjalani kehidupannya dengan merantau ke Jakarta dari kampung halamannya di Panggarangan, Lebak, Banten demi mewujudkan cita-cita besarnya menjadi seorang desainer. Ofi tercatat sebagai mahasiswi semester 6 di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Seni Mode dan Busana. 
 
Ofi mengakui bahwa ia bisa kuliah di Jakarta karena mendapat beasiswa untuk meraih gelar sarjana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia dijanjikan beasiswa saat Ofi diundang ke acara Kick Andy sebagai siswa yang memiliki semangat tinggi. 
 
Kala Ofi memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta, orang tua sangat berat melepasnya. Mereka khawatir karena keterbatasan fisik Ofi. “Karena yang saya lakukan adalah kebaikan demi masa depan, maka orang tua merestui saya kuliah dan nge-kost di Jakarta,” katanya.
 
Dengan bekal ilmu yang ia dapatkan selama beberapa semester, Ofi sudah mulai menciptakan karya yang didesain sendiri. Ia merancang pakaian sesuai dengan pesanan pelanggan. 
 
Sebagian besar ia kerjakan secara mandiri. Ia belanja bahan di pasar Tanah Abang, bahkan mencari tukang jahit di Tangerang. “Saya kemana-mana pakai 2 tongkat, kadang kala ditemani oleh teman-teman sesama mahasiswa di IKJ. Untungnya, saya tidak harus selalu menemui tukang jahit, karena bisa koordinasi lewat WhatApps,” katanya.
 
Untuk memasarkan produknya, ia mengandalkan Instagram @ovee_fashion.id. Dimana semua konten ia rancang sendiri. Mulai dari konsep pemotretan, pemilihan model, dan mencari fotografer yang bersedia membantunya tanpa mengeluarkan biaya.
 
“Saya mencari model dan fotografer yang memang butuh portfolio, jadi tidak harus membayar mereka,” kata Ofi senang.
 
Selain merancang busana, ia mencari uang dengan menjadi make-up artist. Pelanggannya rata-rata adalah orang yang akan wisuda atau make-up untuk pernikahan. Ofi tidak menempuh kursus untuk memahami cara make-up. Semua ia pelajari secara otodidak dan belajar lewat YouTube. Salah satu channel yang ia sukai dan menjadi sumber ilmu baginya yaitu channel milik Tasya Farasya, beauty vlogger yang memiliki subscriber lebih dari 2 juta.
 
Ofi mengungkapkan, saat ini ia sedang rehat (cuti) beberapa semester dari kuliah karena ia ingin fokus untuk mencari uang yang tentunya berguna untuk menuntaskan studinya kelak.
 
“Saya memang mendapat beasiswa, tapi itu hanya untuk biaya kuliah, tidak bisa menutupi semua kebutuhan hidup di Jakarta. Saya juga tidak mau meminta-minta uang lagi ke orang tua, karena mereka sudah banyak berkorban untuk biaya pengobatan saya,” katanya.
 
Di sela kesibukannya, sejak pindah ke Jakarta, Ofi pun aktif melakukan pendampingan bagi anak-anak dan orang tua anak penderita kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dan Yayasan Sentuhan Kasih Anak Indonesia. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk ucapan terima kasih.

“Berkat dukungan banyak orang, saya bisa bangkit dan memiliki semangat yang tinggi seperti sekarang ini. Maka semangat itu harus disebarkan kepada anak-anak penderita kanker dan keluarganya,” ujar Ofi. (f)


Baca Juga:
Madeline Stuart, Model Profesional Penyandang Down Syndrome di Fashion Week Dunia
Kisah Perjuangan Rofifah Juniandar, Didiagnosa Kanker Tulang Sejak Kelas 5 SD
 


Topic

#profil, #kankertulang, #kanker

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?