Trending Topic
Waspadai Berita Hoaks Tentang Vaksin COVID-19

29 Jan 2021


Foto: Shutterstock

Penyebaran informasi salah atau hoaks di era digital sangat masif dan menjadi satu permasalahan yang cukup serius. Informasi salah mengenai pandemi COVID-19 termasuk salah satu yang paling santer saat ini. Kondisi ini diperparah dengan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja membuat dan menyebarkan hoaks.

Dalam dialog yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) beberapa waktu lalu, Semuel Abrijani Pangerapan B.Sc, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan bahwa sejak masa pandemi Maret tahun lalu, ada 1.387 jenis hoaks yang teridentifikasi.

Apabila hoaks yang beredar tidak sampai mengganggu ketertiban umum, Kominfo memberikan stempel hoaks dan kembali menyebarkan informasi mengenai kekeliruan itu pada masyarakat. Langkah lain yang diambil adalah dengan men-take down atau menghapus informasi tersebut dari sosial media sebagai sumber penyebarannya itu. “Tapi kalau sudah mengganggu ketertiban umum, kita bisa lapor ke polisi untuk ditindaklanjuti. Saat ini sudah ada 134 kasus yang ditangani kepolisian terkait hoaks COVID-19 ini,” terang Semuel.

Dalam kesempatan yang sama, Septiaji Eko Nugroho, Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menjelaskan bahwa saat ini  hoaks terkait vaksin COVID-19 menjadi isu yang dominan. “Kami mencatat ada 83 hoaks terkait dengan vaksin COVID-19, dan viralitasnya cukup tinggi, karena 42% terkait dengan isu keamanan dan kemanjuran termasuk hoaks kematian,” ujarnya.

Salah satu hoaks yang sempat viral beberapa waktu lalu adalah mengenai meninggalnya Mayor Infantri Sugeng Riyadi, Kepala Staf Kodim 0817/Gresik, usai divaksinasi COVID-19. 

Septiaji menganalisis ada beberapa kelompok masyarakat yang terpengaruh oleh hoaks vaksinasi ini, “Ada kelompok masyarakat yang sebenarnya bukan keluarga antivaksin, anak-anaknya divaksin BCG dan Difteri, tapi mereka lebih percaya teori konspirasi, sehingga menganggap COVID-19 ini flu biasa sehingga tidak perlu divaksin. Kelompok lainnya adalah kelompok yang mau divaksin dan sadar soal pentingnya vaksinasi COVID-19 tapi mereka memiliki bias. Misalnya bias anticina atau antibarat,” terangnya.

Baca selanjutnya: Tip Terhindar dari Hoaks


Topic

#Ingatpesanibu, #3M, #satgascovid-19

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?