Trending Topic
Wajah Panjat Sosial di Era Media Sosial

22 Jan 2020


Dok. Pexels




Pelaku atau aktor panjat sosial umumnya diidentifikasi antara lain sebagai orang yang pemilih dalam berinteraksi sosial, senang membagikan aktivitas kesehariannya terus menerus, dan senang ikut ambil bagian dalam hal-hal yang sedang ramai dibicarakan. Jangan-jangan, kita juga melakukannya!

Selain bertukar informasi, manusia berinteraksi demi memenuhi kebutuhannya untuk dihargai dan mencari identitas. Dalam interaksi ini, beberapa orang merasa perlu melakukan upaya lebih untuk mendapat respons, penerimaan, dan posisi di kelas sosial tertentu sesuai yang mereka inginkan. Orang-orang inilah yang disebut pemanjat sosial.

Menurut pengamat dan penulis buku-buku gaya hidup,
Joy Roesma, secara umum panjat sosial bisa dimaknai sebagai upaya seseorang meningkatkan statusnya ke tingkat yang lebih tinggi. Pemanjat sosial ini biasanya gemar menunjukkan bahwa dirinya dekat dengan sosok tertentu yang berpengaruh dan mengasosiasikan diri dengan kehidupan mewah.

Mereka bisa jadi gemar berswafoto akrab bersama orang-orang berpengaruh yang sebenarnya tidak dekat dengan mereka, senang membicarakan nama-nama penting yang mereka anggap dikenal baik, hingga memaksakan diri membeli barang-barang bermerek agar dapat dipamerkan dan mendapat pengakuan. 

Seiring perkembangan zaman, menurut pengamatan Joy, rupa panjat sosial ternyata juga berubah. Di sekitar 2013, arisan dengan berdandan sesuai tema tertentu di restoran dengan membawa fotografer andal menjadi tren. Di masa ini, selain berupaya masuk ke dalam lingkaran arisan kelas sosial atas, pemanjat sosial juga berlomba-lomba agar foto dan profilnya dimuat di media tertentu. 

Kini, media sosial menjadi sarana bagi pemanjat sosial untuk meraih sebanyak mungkin pengikut. Mereka berupaya untuk menciptakan foto-foto menarik yang biasanya menampakkan liburan mewah atau koleksi barang-barang bermerek, dengan harapan fotonya disukai sebanyak mungkin orang. 

Unggahan-unggahan ini, menurut Joy, sebenarnya wajar jika memang sesuai dengan kenyataan. 

“Tetapi tidak sedikit orang yang memaksakan diri. Misalnya meminjam barang-barang bermerek hanya agar di foto tampak sering berganti tas, sepatu, dan pakaian mahal. Atau saat ke luar negeri naik pesawat kelas ekonomi, tapi memaksa berfoto di kabin kelas bisnis, kemudian mengunggahnya ke media sosial,” kata Joy.  




BACA JUGA :
7 Cara Amankan Akun Media Sosial
Personal Branding Harus Sejalan dengan Profesionalitas, Ini Alasannya
Stop Asal Posting! Ini Alasan Penting Anda Perlu Menjaga Reputasi Online





Lucia Priandarini (Kontributor)



Topic

#PanjatSosial, #MediaSosial

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?