Foto: Pixabay
Kehadiran Twitter sudah memberikan dampak yang begitu besar bagi banyak orang. Tidak hanya masyarakat umum, tapi juga bagi media atau jurnalis. Twitter merupakan layanan jejaring sosial dan mikroblog daring yang berguna untuk berkomunikasi, menyebarkan dan mencari informasi.
Sebaliknya, jurnalisme merupakan salah satu hal yang membuat Twitter menjadi besar. Jurnalis membantu Twitter menjadi sebuah wadah di mana orang dapat menemukan apa yang sedang terjadi. Belakangan ini, karena pandemi COVID-19, kantor berita dan jurnalis sering bekerja lembur, dan tingkatkan risiko kesehatan mereka, untuk menyediakan berita serta informasi yang kredibel.
Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia 2020 ini, Twitter bekerja sama dengan UNESCO untuk melakukan kampanye #ThankAJournalist. Sebagai bagian dari peringatan ini, Twitter juga meluncurkan emoji khusus yang aktif hingga 8 Mei 2020. Emoji akan muncul saat pengguna menggunakan tagar-tagar berikut dalam cuitan: #HariKebebasanPers #HariKebebasanPersDunia dan #KebebasanPers.
Twitter bekerja sama dengan UNESCO sejak pertengahan 2018 untuk memajukan percakapan terkait Literasi Media dan Literasi Informasi (Media and Information Literacy, kemudian disingkat MIL).
Selain itu, melanjutkan upaya sebelumnya terkait Global Media & Information Literacy Week, dan MIL Cities, Twitter mengembangkan panduan 'Mengajar & Belajar dengan Twitter', untuk memberikan wawasan tentang bagaimana Twitter dapat digunakan oleh para pengajar dan aktivis sosial di berbagai bidang untuk berinovasi demi hasil belajar MIL yang lebih baik.
Jajaring sosial yang diluncurkan sejak tahun 2006 ini pun terus mengalami pembaruan. Twitter kini dilengkapi berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan oleh media atau jurnalis untuk menyebarkan berita dan reportase. Fitur-fitur ini sangat membantu jurnalis mendapatkan beragam konten serta berinteraksi lebih baik dengan audiens.
1. Membuat sebuat utas
Dengan fitur ini, jurnalis dapat menyatukan cuitan dalam topik yang sama atau melanjutkan percakapan yang melebihi 280 karakter dalam satu cuitan.
2. Menambahkan foto dan video di cuitan
Fitur ini sangat membantu untuk meningkatkan interaksi dengan audiens. Cara menggunakan yaitu, buka Twitter dan geser ke kiri - akan terlihat seperti Twitter Camera! Ambil foto, video, atau lakukan live broadcast langsung di Twitter. Setelah membuat foto atau video terbaik, pengguna akan dibawa ke tampilan membuat cuitan untuk menambahkan caption, lokasi, atau tagar yang relevan.
Cara lainnya yaitu pilih tombol ‘Tweet’ dan pilih gambar atau video di galeri atau pilih ikon kamera untuk mengambil foto atau video yang baru.
Setelah mengambil foto, akan muncul opsi untuk memakai filter, menambahkan stiker, dan memotong gambar. Pengguna juga bisa memotong video yang akan dicuitkan.
3. Masukan live broadcast dalam cuitan
Baik itu sesi tanya jawab dengan followers Anda atau sekadar ingin berbagi berita terkini, live broadcasts adalah salah satu fitur paling interaktif di Twitter. Caranya, pilih tombol ‘Tweet’ untuk ciptakan cuitan dan klik ikon kamera, pindahkan dari CAPTURE ke LIVE. Kemudian berikan deskripsi tentang apa yang akan disiarkan lalu ketuk “Go LIVE” dan mulai siaran.
Cara lainnya, geser ke kiri dari beranda linimasa aplikasi Twitter untuk mengakses kamera, pindahkan dari CAPTURE ke LIVE. Isi deskripsi yang akan disiarkan. Bisa juga menambahkan lokasi penyiaran. Lalu pilih “Go LIVE” dan mulai siaran.
4. Menggunakan Twitter dengan lebih aman
Agar selalu menjadi tempat yang lebih baik bagi jurnalisme, Twitter senantiasa melakukan update fitur yang dapat digunakan para jurnalis untuk meningkatkan pengalamannya di Twitter. Beberapa fitur itu adalah Blok, Lapor, Berhenti ikuti, dan Bisukan.
Twitter mengaktifkan pelaporan pengamat (bystander report), yang berarti siapapun dapat mengajukan laporan bagi orang lain. Fitur ini sekarang dapat digunakan untuk laporan terhadap pembagian informasi pribadi dan impersonasi. (f)
Baca Juga:
Komitmen Twitter Mewujudkan Komunitas Lokal yang Lebih Baik
Sulit Mendapat Waktu Bebas Saat WFH Sambil Mengurus Anak, Ini Cara Menyiasatinya
WWF Indonesia Kampanyekan “Beli yang Baik” di Masa COVID-19
Topic
#twitter, #media, #jurnalis


