Trending Topic
Transformasi Seragam Paskibraka

30 Jul 2019


foto: asumsi.co

Tahun ini akan ada yang berbeda dengan penampilan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka), khususnya paskibraka putri. Paskibraka putri akan mengenakan celana panjang, tidak lagi rok. Deputi Pengembangan Pemuda Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Ni’am Sholeh menyatakan hal itu merupakan salah satu keputusan dalam rapat koordinasi pelaksanaan Diklat Paskibraka pada 12 Juli lalu. "Ini bukan keputusan sepihak. Ini didasarkan pada Perpres yang baru," kata Niam

Aturan penggunaan celana panjang bagi perempuan ini termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 71/2018 tentang Tata Pakaian pada Upacara Kenegaraan dan Acara Resmi. Pasal 4 Perpres ini mengatur penggunaan rok atau celana panjang bagi perempuan. "Perpres ini diundangkan 23 Agustus 2018. Jadi pada 2019 ini dilakukan penyesuaian dengan Perpres baru," ujar Niam.

Aturan yang memungkinkan penggunaan celana panjang bagi perempuan juga termaktub dalam Peraturan Kapolri Nomor 6/2018 tentang Pakain Dinas yang memungkinkan memakai celana panjang bagi putri untuk pakaian dinas upacara. Juga Peraturan Menteri Pertahanan RI Nomor 9/2017 tentang Pakaian Seragam yang mengatur penggunaan rok atau celana panjang bagi seragam wanita.

Berdasarkan Perpres 71/2018 tersebut, dan berkaca pada aturan pakaian seragam yang ada di TNI dan Polri, yang memungkinkan untuk diadaptasi adalah penggunaan celana panjang oleh anggota Paskibraka Nasional 2019, terutama yang berjilbab. "Kebijakan ini semata untuk tertib pelaksanaan dan penyesuaian terhadap aturan, yang didahului oleh kajian dan serap aspirasi. Jadi tidak ujug-ujug. Apalagi dikaitkan dengan isu macam-macam. Kita bekerja siang malam membersamai peserta untuk tugas nagara," kata Niam, menepis berbagai spekulasi dan rumor yang berkembang belakangan ini tentang perubahan seragam Paskibraka putri. 

Seperti diketahui, 68 anggota Paskibraka Nasional 2019 sedang menjalani pendidikan dan pelatihan intensif di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Cibubur. Diklat ini dilaksanakan Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Seragam paskibraka tak bisa dilepaskan dari sejarah. Sosok Husein Mutahar, perancang ide proses pengibaran bendera punya peran besar di dalamnya. Setahun setelah Indonesia merdeka, Mutahar mendapatkan perintah dari Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno, untuk persiapkan upacara kenegaraan dalam rangka peringati hari kemerdekaan Indonesia.

Dalam teks Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia tentang Penyelenggaraan Kegiatan Paskibraka, tertulis bahwa Mutahar mengusulkan agar pengibaran bendera dilakukan oleh kaum muda. Alasannya untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa.

Pada tahun 1967, Soeharto meminta Mutahar untuk kembali mengorganisir upacara. Ia merancang tiga tim pengibar bendera. Mutahar membagi tim menjadi tiga kelompok yakni pengiring, pembawa bendera, dan pengawal. Tim pengibar bendera ialah siswa siswi SMA yang berasal dari 26 provinsi di Indonesia. Setiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja. Tim ini disebut Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Format ini masih diadaptasi sampai kini. Tahun lalu, 68 siswa-siswi terpilih jadi paskibraka. Para pria mengenakan jas dan celana putih dengan dalaman pull over berwarna merah putih. Paskibraka wanita mengenakan jas dengan warna dan model serupa yang dipasangkan dengan rok dan juga kaus dalam berwarna merah-putih. Warna yang mewakili bendera Indonesia.
 
Bentuk jas seragam paskibraka mirip dengan busana Soekarno. Soekarno memilih jas karena ia percaya bahwa tampil rapi bisa mempengaruhi kondisi mental seseorang. Setelah masa kemerdekaan, Sukarno konsisten mengenakan jas bergaya militer ketika tampil di depan publik. Busana tersebut lantas jadi identitas penampilannya. Kesan necis itu kemudian dibawa oleh tim perancang seragam paskibra. 

Seragam necis tersebut terlihat terinspirasi dari seragam anggota militer Amerika Serikat. Survey of U.S. Army Uniforms, Weapons, and Accoutrements (2007) menyebut bahwa sebelum perang dunia ke I, kemeja yang digunakan oleh anggota angkatan bersenjata Amerika Serikat berbentuk kerah bundar dan tinggi. 

Dikutip dari situs Kementerian Pemuda dan Olahraga, seragam Paskibraka mengalami beberapa kali transformasi. Seperti pemaparan berikut ini

1971-1980 

Anggota paskibra putra saat itu mengenakan seragam dengan atasan kemeja lengan panjang putih. Kemeja dimasukkan ke celana panjang putih dengan ikat pinggang berwarna senada.

Bagi para anggota putra, wajib mengenakan sepatu tertutup berwarna hitam. Sementara, anggota Paskibraka putri mengenakan kemeja berwarna putih dengan desain seperti jas dan bawahan rok span putih. Anggota Paskibraka putri mengenakan kaus tangan putih dan kaus kaki panjang berwarna sama.

Sedikit berbeda dengan anggota putra, anggota putri sepatu pantofel hitam. Baik peserta putri dan putra mengenakan penutup kepala seperti peci berwarna hitam. Beberapa atribut seperti lambang korps, lambang anggota, tanda pengukuhan berupa lencana melengkapi seragam kebanggaan para Paskibraka Indonesia ini.

1981-2018

Seragam Pakaian Dinas Upacara (PDU) untuk anggota Paskibraka putra mengalami perubahan. Mulai 1981, anggota paskibraka putra mengenakan atasan model jas dengan bawahannya tetap sama, celana warna putih.

Lencana pengukuhan merah putih, lambang daerah, lambang korps, dan tanda nama asal daerah terpasang di baju kebesaran para anggota Paskibraka ini.

Peci antara putra dan putri mempunyai bentuk yang berbeda. Jika putra mengenakan peci datar berukuran 10 cm, anggota putri memakai peci dengan bentuk belakang yang sedikit melengkung. Peci putra dan putri ini memuat lambang Garuda Pancasila yang sama pada bagian depannya. (f)


BACA JUGA:
Pecahkan Rekor! Indonesia Bawa Dua Gelar Juara di Ajang Badminton Asia Junior Championships 2019  
Keadilan Berpihak Kepada Baiq Nuril
4 Perjuangan Berat Wanita Asia Menuju Kesetaraan

 


Topic

#paskibraka #seragampaskibraka #paskibrakaputri #transformasiseragampaskibraka

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?