
Ingin meningkatkan konsumsi serat, tapi sering tidak punya waktu untuk menyiapkannya? Indonesian Women’s Forum 2023 memberikan solusinya melalui kelas bertajuk "Salad in a Jar - 100% Sayur Lokal". Workshop yang berlangsung pada mini stage di Pasar Lestari ini membahas rahasia membuat salad in a jar yang lezat dengan menggunakan sayuran lokal.
Sesi ini menghadirkan Poetri Andayani dari Tante Sayur yang mengajak peserta untuk memahami keistimewaan dan kelezatan dalam menciptakan hidangan sehat dari bahan-bahan lokal berkualitas.

Rintisan Sayur Organik
Kelas diawali penjelasan Poetri mengenai Tante Sayur yang didirikannya pada tahun 2015 karena kebutuhan konsumsi sayur dalam rumah tangganya. Rintisannya terinspirasi dari sang suami yang senantiasa bergaya hidup sehat. Bahkan, sang suami dalam sehari dapat mengonsumsi 3kg sayur hanya untuk jus dan mengeluarkan hampir Rp1 juta per minggu untuk membeli sayur dan buah saja.
Rupanya sang suami mengonsumsi sayur dan buah organik yang harganya saat itu memang tidak murah. Karena penasaran, Poetri mulai melakukan riset terhadap sayuran organik hingga akhirnya memutuskan untuk menanam sendiri buah dan sayuran tersebut. Melihat peluang bisnis sayur organik, Poetri mulai menjual kecil-kecilan hasil kebun organik yang tadinya untuk konsumsi pribadi. Lambat laun, usahanya berkembang dan bertahan hingga saat ini sebagai salah satu produsen sayur organik dalam negeri.
Buah dan sayur yang ditawarkan Tante Sayur kebanyakan jenis-jenis yang masih jarang ditemukan di pasar atau supermarket pada umumnya. Meski demikian, peminat sayuran dan buah tersebut sebenarnya sudah ada. Contoh sayur dan buah yang dijual Tante Sayur adalah asparagus dari Bali, bit, wortel kuroda, lettuce, hingga buah tin.
“Saya justru ingin mencoba mengenalkan sayur dan buah-buahan ini. Yang saya tawarkan dari Tante Sayur bukan tentang kesehatan. Saya hanya ingin meyakinkan pada orang lain bahwa makan sayur itu enak,” jelas Poetri.

Pilihan Praktis
Poetri lalu mengungkapkan bahwa salad in a jar sudah menjadi tren sejak 3-4 tahun hingga saat ini. Hadirnya salad in a jar ini untuk membantu ketika ingin mengonsumsi salad dengan rutin. Salad menjadi tersedia dalam porsi yang pas dan takaran konsumsi yang seimbang. Misalnya, menyiapkan salad dalam tujuh toples untuk dikonsumsi setiap hari selama seminggu.
“Untuk keseimbangan konsumsi serat, setidaknya siapkan tujuh toples untuk satu minggu. Salad yang sudah disiapkan dan disimpan dalam toples akan bertahan lama selama belum dicampur dressing. Adanya stok salad ini seperti memaksa kita, anak, dan keluarga untuk makan sayur setiap hari,” tutur Poetri.
Tante Sayur sendiri telah menyediakan sayur dan buah-buahan organik untuk digunakan pada pembuatan salad in a jar. Meskipun sayur dan buah produksi lokal, rasanya tidak kalah dengan bahan-bahan impor. Bahkan, bisa dibilang, lebih lezat.
Pada kelas IWF 2023 ini, bahan-bahan yang disiapkan untuk salad in a jar antara lain mixed lettuce yang segar, labu yang dikukus, ada juga buah bit kukus tanpa tambahan bumbu, irisan wortel kuroda, irisan buah tin, batang seledri, dada ayam rebus, croutons dari roti sourdough, avocado spread, dan campuran baby potato rebus dan mayo. Poetri memberikan tip agar mayo atau avocado spread yang disiapkan ditambahkan garam dan perasan jeruk lemon supaya rasanya semakin gurih.
Terakhir, setiap peserta workshop mendapat kesempatan membuat salad in a jar menggunakan wadah yang sudah disediakan. Masing-masing diberi kebebasan mencampurkan bahan salad yang diinginkan. Oleh karena menggunakan bahan-bahan organik, salad yang dihasilkan terasa enak, segar, dan gurih.(f)Baca Juga:
Memetik Keberlanjutan dari Kebun Kopi: Kisah Kelas Inspiratif Indonesian Women's Forum 2023
Tas Belanja dari Pakaian Bekas Hasil Kreativitas Berkelanjutan di Indonesian Women’s Forum 2023
Moayu Meluncurkan Sampo Non-SLS yang Membuat Kulit Kepala Terasa Segar dalam Indonesian Women's Forum 2023
Topic
#iwf2023, #sustainableliving, #sustainability, #gayahidupberkelanjutan


