
Foto: Fotosearch
Kasus dugaan penggunaan bahan kedaluwarsa pada pizza dan udon di restoran waralaba membuat banyak pihak khawatir. Isu kedaluwarsa pada produk makanan memang tidak pernah mati. Selalu saja ada kasus-kasus baru.
Saking seringnya merebak kasus produk makanan kedaluwarsa – terutama saat menjelang Lebaran, Badan Intelijen Negara (BIN) bahkan sampai merilis pernyataan resmi perihal ini di situs mereka. Menurut BIN, ada empat hal yang perlu kita ketahui agar terhindar dari produk makanan kedaluwarsa, yaitu:
- Label. Begitu kita membeli suatu produk makanan, perhatikan informasi yang ada pada kemasan atau label. Selain untuk mengetahui daftar bahan yang digunakan, berat atau isi bersih, nama dan alamat produsen, juga untuk melihat tanggal kedaluwarsa.
- Kemasan dan perubahan fisik. Pastikan kemasan tidak dalam kondisi rusak. Karena besar kemungkinan produk makanan yang kemasannya rusak, isinya pun sudah rusak. Untuk itu perhatikan juga apakah ada perubahan fisik pada isi seperti perubahan bentuk, warna, rasa, maupun bau yang tidak sedap. Itu tanda-tanda makanan rusak.
- Batas kedaluwarsa. Apa yang dimaksud dengan batas kedaluwarsa? Adalah batas aman produk makanan untuk dapat dikonsumsi dan terjamin mutu atau kualitas dari makanan tersebut. Untuk melihat batas waktu suatu produk makanan, kita bisa melihat di kemasan dengan tulisan expired date atau best before.
- Makanan dalam kaleng. Untuk mendapatkan produk makanan kaleng yang berkualitas, pilihlah kaleng yang baik, tidak penyok, tidak berkarat, dan tidak cembung. Selain itu pastikan bahwa produk tersebut sudah terdaftar di Departemen Kesehatan (dengan format yang tertera di kemasan, misalnya: MD/ ML DepKes RI No xxxxxx) dan memiliki tanggal kedaluwarsa. (f)
Topic
#makanankedaluwarsa




