Trending Topic
Pemerintah Tetapkan 3 RS Khusus COVID-19 di Jakarta

25 Jun 2021


Foto: Pixabay


Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan hasil dari pemantauan tim Kesehatan per tanggal 23 Juni 2021, yang dilaporkan konfirmasi positif COVID-19 ada 15.308 kasus. Ia menduga kasus konfirmasi hari ini kemungkinan angkanya masih di atas 10.000.

Adanya peningkatan kasus konfirmasi COVID-19 yang cukup signifikan berimbas pada keterisian tempat tidur di rumah sakit yang semakin bertambah. Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan menetapkan 3 rumah sakit sebagai RS khusus COVID-19 agar ketersediaan tempat tidur bagi pasien COVID-19 terjaga.

Tingginya lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19 menyebabkan keterisian tempat tidur di rumah sakit juga mengalami peningkatan. Per tanggal 24 Juni 2021 sudah tersedia 94.420 tempat tidur untuk isolasi maupun ruang perawatan untuk kasus infeksi. 

Tetapi di sisi lain rata-rata nasional angka keterisian tempat tidur adalah 67-68%. Di beberapa daerah angka keterisian tempat tidur malah lebih tinggi hingga mencapai angka 80%. "Kita melihat di Yogyakarta dan di Jawa Tengah itu sudah mencapai 85%, di Banten itu 87%, dan di DKI Jakarta itu mencapai 90%," kata dr. Nadia.

Melihat kondisi kapasitas keterisian tempat tidur cukup tinggi terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya, maka Kementerian Kesehatan menunjuk 3 rumah sakit vertikal yang berada langsung di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan untuk dikhususkan sebagai RS perawatan pasien COVID-19. Ketiga RS tersebut adalah RSUP Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, dan RSUP Persahabatan. 

"Diharapkan dengan mengkonversi ketiga rumah sakit itu menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan kasus COVID-19 ini akan membantu menambah persediaan tempat tidur," ucap dr. Nadia.

Direktur Utama RSPI Sulianto Saroso, dr. Mohammad Syahril mengatakan ketersediaan tempat tidur di RSPI Sulianti Saroso hingga hari ini rasionya 100% dengan beban 96%. Pihaknya akan menambah 100 tempat tidur yang diawali dengan penambahan 24 tempat tidur sejak tanggal 12 juni. Selanjutnya direncanakan akan menambah 45 tempat tidur sehingga menjadi 145 tempat tidur hingga pertengahan Juli 2021.

"Dengan penambahan ini maka perlu diiringi dengan penambahan SDM maupun penambahan Alkes dan sarana prasarana lain. Total tenaga yang dibutuhkan sebanyak 80 perawat dan 2 dokter spesialis dari radiologi dan rehabilitasi medik," kata Syahril. Apabila terjadi penumpukan di IGD, tambah Syahril, pihaknya sudah menyiapkan tenda bantuan dri BNPB utk mengurai pasien yang ada di IGD. 

Selain itu, Syahril yang juga menjabat sebagai Plt RSUP Persahabatan mengungkapkan ada 409 tempat tidur di RSUP Persahabata. Hingga hari ini sebanyak 55% tempat tidur didedikasikan untuk merawat pasien COVID-19, 32 ICU, dan 165 non ICU. "Dengan lonjakan ini kami merencanakan penambahan tempat tidur dengan 4 tahap. Hal itu dikarenakan adanya perubahan ruangan biasa menjadi ruangan isolasi agar ruangan itu memenuhi persyaratan isolasi," tutur Syahril. Tak hanya itu, RSUP Persahabatan juga butuh tambahan tenaga terutama perawat sebanyak 150 perawat dan 14 dokter.

Syahril menegaskan saat ini RSUP Persahabatan dan RSPI Sulianti Saroso hanya menerima  rujukan kasus COVID-19 berat dan kritis. Tidak semua pasien yang datang ke RS tersebut karena COVID-19 akan dirawat, tapi akan dirujuk ke RS terdekat bila kondisinya ringan sampai sedang.

Sementara itu, Plt Direktur RSUP Fatmawati dr. Azhar Jaya menyebutkan di RSUP Fatmawati kini memiliki 500 tempat tidur. Ia telah menambahkan 261 tempat tidur atau sekitar 52% dari kapasitas tempat tidur di RSUP Fatmawati terdiri dari 110 tempat tidur ICU, dan 151 tempat tidur di ruang isolasi bertekanan negatif dan non negatif.

"Kami harus meningkatkan tempat tidur menjadi 350 atau 70%. Kami harapkan pada awal bulan Juli sudah bisa meningkat sampai 350 tempat tidur," pungkasnya.

Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan, Prof. Kadir menilai kenaikan kasus COVID-19 sekarang ini sangat drastis serta eksponensial. Kenaikan jumlah pasien di RS tidak bisa dimbangi dengan jumlah tempat tidur. "Oleh karena itu salah satu alternatif kita sekarang ini adalah melakukan extension rumah sakit yang sudah ada," ujarnya.

Lebih lanjut  Prof. Kadir menjelaskan extension yang dilakukan adalah pertama pihaknya melakukan semacam perubahan IGD menjadi ruang perawatan. Selain itu juga membangun tenda-tenda di halaman rumah sakit yang bisa difungsikan sebagai tempat triase pasien untuk mendeteksi pasien. Sehingga IGD bisa dimanfaatkan untuk ruang perawatan.

Kedua, upaya yang ditempuh adalah mencari ruangan-ruangan atau gedung- gedung seperti ruang pertemuan atau auditorium yang tidak dimanfaatkan selama ini sebagai ruang perawatan. Ruangan-ruangan tersebut akan diisi tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19.

Selanjutnya, tidak bisa semua rumah sakit didedikasikan untuk perawatan pasien COVID-19. Untuk itu langkah ketiga adalah menetapkan 3 rumah sakit, yakni RSUP Persahabatan, RSUP Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso yang akan didedikasikan sebagai rumah sakit khusus perawatan COVID-19. 

Meningkatnya kasus konfirmasi COVID-19 yang cukup signifikan, dr. Nadia kembali mengingatkan masyarakat agar semakin disiplin protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun. (f) 


Baca Juga: 
Waspada Virus Corona Varian Delta, Lebih Cepat Menular
Sudah Vaksinasi? Tetap Pakai Masker, Ya! Ini Alasannya
Tren Kasus COVID-19 Pada Anak Meningkat, Ini Gejala yang Orang Tua Perlu Waspada


Faunda Liswijayanti


Topic

#covid19, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?