Trending Topic
Peluang Hillary

27 Jan 2016


Lewat video sepanjang 2 menit 15 detik yang dirilis sejak 12 April 2015 lalu, Hillary Clinton (68) secara resmi menyatakan keikutsertaannya mencalonkan diri sebagai Presiden AS periode 2016-2018. “Tiap hari, masyarakat Amerika membutuhkan juara. And, I want to be that champion. Saya berharap Anda akan ikut mendampingi saya mengarungi perjalanan ini,” ungkap Hillary, semringah.

          Hillary saat ini bersaing dengan senator Bernie Sanders (74)  dari Vermont, dan mantan Gubernur Maryland, Martin O'Malley (53), untuk mewakili partai Demokrat dalam pemilihan presiden AS ke-45. Hasil survei Ipsos/Reuters menunjukkan, 54% pemilih Demokrat akan memilih Hillary, sedangkan Bernie dipilih sebanyak 35% dan 4% memilih O’Malley. Setelah nanti memenangkan persaingan di internal, Hillary akan bersaing dengan partai Republik. Saat ini, kandidat paling tinggi di partai Republik adalah Donald Trump.

Dalam debat kandidat internal partai Demokrat, Minggu, 17 Januari lalu, Hillary secara terang-terangan akan melanjutkan kebijakan Obama jika ia terpilih nanti, seperti kebijakan sistem jaminan kesehatan. Tidak ada hal yang baru yang ditawarkan oleh Hillary.

Ini sangat berbeda dengan lawannya, Bernie, yang menawarkan revolusi. Itulah sebabnya, generasi millennials Amerika cenderung memilih Bernie dibandingkan Hillary. Isu penting yang mereka sorot adalah ekonomi terutama ketersediaan lapangan pekerjaan, upah minimal, dan biaya kuliah yang terjangkau. “Saya ingin kepastian ekonomi yang terus membaik di masa depan,” ujar Misha Shah (32) kepada USA Today

Terkait dengan isu gender, menurut Dinna Wisnu, Direktur Pascasarjana Bidang Diplomasi, Universitas Paramadina, sebagian masyarakat Amerika masih ada diskrimininasi pada wanita ketika ia maju sebagai pemimpin, apalagi sebagai presiden.  “Tuntutan pada wanita lebih tinggi daripada pria. Contohnya, Hillary dan Trump sama-sama ambisius, tapi mengapa orang banyak menyoroti Hillary, wanita yang ambisius,” ujarnya.
       
   Pencalonan Hillary mengundang dukungan dari pemimpin negara lain, salah satunya Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, yang mendukung penuh Hillary maju sebagai Presiden AS. “Hillary Clinton dalam jiwanya mengerti betapa pentingnya wanita untuk mendapatkan kesempatan, dan di kepalanya juga mengerti bahwa bila kita ingin membangun negara yang damai dan sejahtera, maka kita harus memberikan pendidikan yang layak bagi wanita,” ungkap Julia.

Jika ia berhasil maju mewakili partai Demokrat menuju pilpres 2016, Hillary akan mencetak sejarah besar Amerika Serikat. Bila terpilih pada November 2016 nanti, Hillary adalah wanita pertama dalam sejarah yang menjadi Presiden AS. 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?