Trending Topic
Pegal, Lapar, dan Ngantuk, Reaksi Umum Pasca Vaksinasi COVID-19

22 Jan 2021


Foto: Shutterstock


Sudah sepekan sejak program vaksinasi COVID-19 dimulai. Walau sebagian besar masyarakat Indonesia menyambut positif upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi ini, tidak sedikit juga masyarakat yang ragu untuk melakukan vaksinasi. Salah satu alasannya adalah ketakutan akan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, dijelaskan bahwa KIPI adalah semua kejadian medik yang terjadi setelah imunisasi, menjadi perhatian, dan diduga berhubungan dengan imunisasi. 

KIPI bisa dikategorikan ke dalam dua kelompok, yakni serius dan nonserius. Yang serius bisa menyebabkan rawat inap, kecacatan, kematian, serta menimbulkan keresahan di masyarakat. Sedangkan yang nonserius tidak menimbulkan risiko potensial pada kesehatan si penerima vaksin.

Salah satu penerima suntikan vaksin COVID-19 produksi Sinovac, dr. Muhammad Fajri Adda’I, dokter dan tim penanganan COVID-19, seperti dikutip dari covid19.go.id, mengaku tidak merasakan reaksi yang aneh setelah pemberian dosis pertama. “Sebelumnya saya pikir akan terasa nyeri namun ternyata tidak terasa apa-apa,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut pengamatan dr. Inda Mutiara, Kepala Puskesmas Kramat Jati, lingkungan sekitarnya antusias dan tidak ada penolakan baik dari rekan tenaga kesehatan maupun masyarakat sekitar. Dirinya juga mengungkapkan bahwa tidak ada reaksi yang tidak wajar setelah mendapatkan suntikan pertama. “Tidak sakit saat disuntik dan sampai sekarang normal-normal saja,” ungkapnya.

Menurut dr. Fajri, reaksi setelah vaksinasi dapat berbeda-beda pada tiap orang. Berdasarkan pengamatannya pada rekan kerja sesama nakes, ada yang mengalami demam, nyeri, dan lemas. Ada juga yang jadi merasa lapar terus, hingga mengantuk.Reaksi ini wajar dan masuk dalam kategori ringan. Kalaupun ada demam itu wajar sebagai suatu reaksi dalam pembentukan imunitas dalam tubuh,” jelasnya.

Dari laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) maupun laporan Brazil tentang penggunaan vaksin COVID-19 Sinovac, menunjukkan bahwa vaksin Sinovac relatif aman dengan KIPI di bawah 1 persen. "Kemudian dari pengalaman teman lain yang sudah disuntik juga aman. Reaksi alergi relatif kecil, di bawah satu persen, kecil sekali bila dibandingkan dengan yang tidak terkena KIPI," ungkap dr. Fajri. 

Sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, tenaga kesehatan yang bertugas akan menjelaskan terkait KIPI dan bagaimana meresponnya jika ada reaksi. Selain itu, kondisi kesehatan setiap penerima vaksin juga akan dicek untuk menghindari KIPI yang serius.

Pemberian vaksin COVID-19 ini merupakan upaya dalam mengatasi pandemi COVID-19. Namun demikian, kita tidak boleh melupakan dan harus melaksanakan protokol kesehatan #3M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Baca juga:
Mengapa Anak di Indonesia Saat Ini Tidak Bisa Divaksinasi Covid-19?
5 Hoax Tentang Vaksin COVID-19 Ini Menyesatkan
Siapa Saja Yang Tidak Bisa Menerima Vaksin COVID-19 Buatan Sinovac?

 


Topic

#3M, #Ingatpesanibu, #covid-19, #satgascovid-19

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?