Trending Topic
Omicron Transmisi Lokal, Pemerintah Bersiap dengan Berbagai Skenario

31 Dec 2021


Foto: Freepik

Menutup tahun 2021, pemerintah lewat Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmidzi mengumumkan adanya satu kasus transmisi lokal varian baru Omicron di Jakarta.

“Yang terbaru adalah kasus laki-laki usia 37 tahun yang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir, ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri,” kata dr. Nadia, dalam konferensi pers pada Selasa (28/12) yang berlangsung secara virtual. 

Adanya satu kasus transmisi lokal tersebut menambah jumlah kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia menjadi 47 kasus. Dengan demikian sebanyak 46 kasus merupakan kasus impor dan 1 kasus transmisi lokal.

Diketahui pasien transmisi lokal asa Medan ini, bersama istri setiap satu bulan sekali melakukan perjalanan ke Jakarta. Pada tanggal 6 Desember 2021 mereka tiba di Jakarta. 

Selanjutnya pada tanggal 19 Desember 2021 mereka melakukan pemeriksaan antigen di Rumah Sakit Grand Family, Jakarta untuk kembali ke Medan. Pemeriksaan tersebut menunjukkan hasil positif COVID-19 pada pasien, sementara hasil pemeriksaan antigen istrinya negatif.

Kemudian dilakukan PCR pada tanggal 20 Desember 2021. Setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium GSI (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium) didapatkan konfirmasi Omicron pada tanggal 26 Desember 2021. Sebagai tindak lanjut, pasien diisolasi di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso (RSPI). 

dr. Nadia menyebut ini adalah kasus pertama transmisi lokal, sehingga diperlukan pengawasan ketat oleh tenaga medis dan fasilitas lengkap untuk meminimalisir kemungkinan penularan yang terjadi. Kondisi klinis pasien hingga saat ini tidak bergejala.

Menurut dr. Nadia tracing masih dalam proses sampai saat ini, mengingat yang bersangkutan banyak melakukan aktivitas. Artinya, lanjut dr. Nadia, kita harus melihat 14 hari sebelum pasien dinyatakan positif yaitu 14 hari sebelum tanggal 19 Desember 2021. Tracing dilakukan untuk menemukan siapa saja kontak erat dengan pasien di antara nya di restoran di wilayah SCBD, apartement tempat pasien tinggal, dan aktivitas lainnya selama pasien di Jakarta.

Pemerintah selalu melakukan pemantauan terhadap peningkatan risiko penularan COVID-19 baik di level provinsi maupun di level kabupaten. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus bekerja sama dengan semua pihak untuk terus memantau terutama jika muncul adanya potensi-potensi cluster. Hal ini dapat mempercepat investigasi dan penilaian apakah ada keterkaitan dengan varian baru Omikron atau tidak.

“Dengan ditemukannya kasus transmisi lokal ini pemerintah kembali mengingatkan dan meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas terutama dalam masa libur Natal dan tahun baru ini. Hindari kerumunan dan juga selalu memakai masker. Mari kita ajak saudara-saudara kita yang belum divaksin untuk segera divaksin,” kata dr. Nadia.

Dengan penemuan transmisi lokal varian Omicron di Indonesia ini, dan mengingat bahwa varian Omicron ini menular lebih cepat dibandingkan dengan varian COVID-19 lainnya, apakah vaksinasi booster akan segera dilakukan? 

Menjawab perihal ini, Nadia mengatakan, vaksinsi booster atau tambahan tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru. "Kalau kita melihat rekomendasi banyak negara, vaksinasi booster atau tambahan vaksinasi dosis ketiga itu diutamakan pada kelompok yang rentan," kata Nadia. Kategori kelompok rentan yang utama dalam hal ini adalah populasi usia lanjut atau lansia. "Ini kelompok prioritas utama," tegasnya. 

Daerah Luar Jakarta Bersiap Hadapi Lonjakan Pasca Libur Nataru
Mobilitas yang meningkat di berbagai daerah jelang libur Nataru membuat pemerintah terus bersiap. Salah satunya memastikan kesiapan karantina bagi para pelaku perjalanan dari luar negeri di pintu masuk di kota-kota di luar Jakarta, seperti Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Pembukaan kedatangan internasional melalui Bandara Juanda dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta yang telah mencapai 3.500-4.000 penumpang perhari. 

Regulasi ini diambil sebagai langkah kewaspadaan masuknya virus varian Omicron yang lebih cepat menyebar. Dengan dibukanya Bandara Juanda Surabaya, maka ada 4 pintu kedatangan internasional saat ini bersama Soekarno Hatta-Jakarta, Ngurah Rai- Bali dan Sam Ratulangi - Manado. 

Guna mencegah transmisi impor COVID-19 penumpang dari luar negeri wajib melakukan karantina selama 10-14 hari (tergantung histori perjalanan) dengan 2 kali tes PCR dengan hasil negatif. 

Untuk itu pemerintah memastikan sarana karantina tersedia dengan baik di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Untuk tahap awal telah disiapkan 1.900 tempat tidur karantina. Tiga tempat untuk karantina terpusat pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar, dan aparat sipil negara serta sejumlah hotel untuk pelaku perjalanan umum.

“Persiapan sudah hampir final. 1.900 tempat tidur bisa digunakan dan secara bertahap bisa ditambah bila diperlukan,” tutur Kasatgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto saat meninjau kesiapan karantina Surabaya bersama Menhub Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Timur Kofiffah Indar Parawangsa di Surabaya, Jumat (31/12/2021). 

Dia menambahkan tempat karantina terpusat yang telah tersedia antara lain Asrama Haji Sukolilo, Balai Diklat Kementerian Agama, Lembaga Penguji Mutu Pendidikan, serta sejumlah hotel. 

Untuk karantina pelaku perjalanan umum juga disiapkan sejumlah hotel bintang 3 hingga bintang 5 yang telah diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan. Pengamanan karantina akan dikoordinir oleh personel dari Kodam V Brawijaya.  

Menhub Budi Karya Sumadi memastikan proses keimigrasian dan protokol kesehatan di bandara juga sudah siap dengan standar operasional prosedur.  “Pemerintah belajar dari proses karantina di Jakarta sehingga mengetahui apa yang harus diperbaiki. Kepastian operasional akan diambil hari ini dalam rakor dengan Menko Marves [Luhut Binsar Pandjaitan],” tutur Budi. (f) 


Baca Juga: 
Benarkah Omicron 500 Persen Lebih Menular?
Jelang Libur Nataru, Ayo Bersama Cegah Gelombang Ketiga COVID-19 Omicron
Total Ada 46 Kasus Omicron di Indonesia, Mayoritas Imported Case


Faunda Liswijayanti


Topic

#omicron, #covid19, #corona, #pandemi, #karantina, #nataru

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?