Foto: Pixabay
Second Chance Foundation, berkolaborasi dengan United Nations Office on Drugs and Crime dan Kedutaan Besar dari Afrika Selatan di Indonesia, akan menggelar kompetisi lari dengan konsep Charity Run.
Ajang lari ini merupakan salah satu program untuk mengajak masyarakat menyebarkan semangat positif dan dukungan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada di lembaga pemasyarakatan (lapas). Second Chance Charity Run 2019 akan dilangsungkan di Lot 16, SCBD Jakarta pada tanggal 21 Juli 2019.
Evy Amir Syamsudin, founder Second Chance Foundation mengatakan bahwa kesempatan kedua adalah hak setiap manusia. Hal tersebut yang melatarbelakangi Yayasan Second Chance - yayasan nirlaba yang memiliki visi dan misi pemberdayaan WBP untuk menjadi mandiri, produktif, dan dapat diterima kembali oleh masyarakat sebagai warga yang bermartabat - untuk meningkatkan kualitas hidup para WBP dengan melakukan pelatihan dan pendampingan bagi WBP yang ada di lapas di seluruh Indonesia.
“Kami memberikan pelatihan, pembinaan, dan pendampingan yang berkesinambungan untuk membentuk kemandirian WBP, serta memberikan kesempatan yang sama pada WBP melalui program pelatihan yang kami siapkan,” kata Evy dalam acara konferensi pers Second Chance Charity Run 2019 di Jakarta beberapa waktu lalu.
Second Chance Foundation mengajak masyarakat untuk ikut serta menyebarkan semangat positif melalui kegiatan Second Chance Charity Run 2019, yakni ajang lomba lari dengan konsep charity run atau berlari dan menggalang dana dengan dua kategori jarak tempuh, yaitu 5 km dan 10 km.
Untuk mendukung acara ini, Second Chance Foundation turut menggandeng para penggiat lari dan komunitas yang juga ikut membantu menyebarkan semangat positif bagi para WBP, serta menggalang dana untuk biaya pelatihan bagi WBP selama berada di lapas.
Sri Puguh Budi Utami, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa perlu lebih banyak pihak yang peduli akan isu Pemasyarakatan, terutama dari masyarakat.
“Pembinaan yang kami lakukan tentu tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh masyarakat. Kami sangat percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari tiga pilar Sistem Pemasyarakatan dalam pembinaan WBP, yaitu pemerintah, WBP dan masyarakat,” ujar Utami.
Kegiatan charity run ini juga diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Mandela Day yang jatuh pada tanggal 18 Juli. Untuk diketahui, Mandela Day merupakan panggilan untuk merayakan sebuah konsep bahwa setiap individu memiliki kekuatan untuk mentransformasi dunia dan kemampuan untuk membuat perubahan.
Pada November 2009, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan 18 Juli sebagai “Nelson Mandela International Day” untuk menghormati peninggalan mendiang Nelson Mandela yang menghabiskan 27 tahun hidupnya di dalam penjara dalam upayanya menegakkan hak asasi manusia dan demokrasi.
Bagi Anda yang ingin mendukung WBP lewat Second Chance Charity Run 2019, dapat melakukan pendaftaran dengan uang pendaftaran Rp200 ribu untuk kategori 5K dan Rp250 ribu untuk 10K. (f)
Baca Juga:
Tujuan Lari Sekarang, Bukan Hanya Untuk Diri Sendiri
MILO Jakarta International 10K 2019 Akan Diikuti 16 Ribu Pelari
Topic
#lari, #lombalari, #charity


