Trending Topic
Meneropong Masa Depan Generasi Millennial

4 Oct 2016


Foto: Fotosearch

 
Tiap tahun,  sekitar 18 juta anak Indonesia putus sekolah. Menyedihkannya lagi, hanya 18% dari total murid di Indonesia yang berkesempatan melanjutkan studi ke jenjang kuliah. Kenyataan pahit tersebut dibeberkan oleh praktisi pendidikan Nenny Soemawinata pada acara diskusi Meneropong Masa Depan Kaum Millennial, beberapa waktu lalu di Jakarta. Di saat yang sama, Ina Liem, pakar bidang pendidikan dan karier dari Jurusanku.com mengatakan, “Sekitar 688.000 penganggur di Indonesia adalah lulusan perguruan tinggi.” Hal ini terjadi karena keahlian yang ditekuni oleh generasi milenial di bangku perkuliahan nyatanya tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada di pasar kerja.

Fenomena yang terjadi di lapangan ini merupakan cermin dari generasi millennial Indonesia. Cukup menyedihkan dan mengkhawatirkan, apalagi menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang membuka pasar tenaga kerja terhadap masuknya tenaga-tenaga ahli asing dari seluruh wilayah ASEAN. Tantangan kaum penentu masa depan ini bukanlah hal yang sepele.

“Apabila pola pikir masyarakat tentang pendidikan di Indonesia tidak diubah, pada tahun 2030 sekitar 56% dari level manajerial perusahaan di Indonesia akan diisi oleh orang asing,” ungkap Ina. Selain itu, menurut Nenny, selain cerdas secara akademis, generasi millennial juga harus pandai berkomunikasi dan bersosialisasi.

Makin tingginya biaya pendidikan menjadi tantangan yang saat ini masih harus dihadapi banyak orang tua di Indonesia, terutama mereka yang berasal dari tingkat ekonomi rendah hingga menengah. Namun, di tengah beratnya tuntutan biaya hidup, survei HSBC Value of Education mengungkap ambisi besar orang tua Indonesia untuk membawa anak-anak mereka menjadi sosok sukses dengan karier dan pendapatan yang mapan.     

“Sekitar 52% orang tua Indonesia menjadikan biaya pendidikan anak sebagai prioritas hidup, lebih daripada biaya untuk kebutuhan lain. Bahkan, 60% orang tua mengusahakan agar anak mereka bisa meraih jenjang S-2,” ujar Steven Suryana, Head of Wealth Management HSBC Indonesia, mengungkap hasil survei HSBC Value of Education 2016.

Butuh kolaborasi yang terintegrasi di antara semua stakeholder untuk melindungi masa depan generasi millennial Indonesia. Dukungan kebijakan yang komprehensif dari pemerintah, kualitas bahan ajar dan tenaga pendidik, kesiapan murid dan peran orang tua, serta dukungan dari pihak swasta, seperti sekolah, LSM, dan lembaga pembiayaan harus berjalan seiring dan saling menguatkan.(f)

Baca juga:
Riset LinkedIn: Generasi Millennial Haus Pengalaman Kerja


Topic

#millennial

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?