Trending Topic
Lindungi Penyu Penjaga Ekosistem Lautan Kita, dan Ketahui 7 Fakta Ini!

16 Jun 2024

Tahukah Sahabat Femina bahwa Indonesia adalah habitat dari 6 dari 7 jenis penyu yang ada di planet ini?

Iklim tropis Indonesia beserta lautan dan pantai yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ternyata menjadi rumah bagi penyu. Mereka singgah, bertelur di pantai-pantai Nusantara, hingga kemudian bertualang lagi mengarungi Samudra luas.

Sedih sekali jika membaca berita tentang penyu yang mati karena makan sampah plastik, atau diburu dengan kejam karena karapas (tempurung) mereka bernilai jual tinggi, atau diambil telurnya untuk dikonsumsi.

Hari Penyu Sedunia dirayakan pada 16 Juni, sama dengan ulang tahun Archie Carr, pendiri Sea Turtle Conservancy di Florida, AS, yang dijuluki "Bapak Penyu."

Selama hidupnya Carr telah menulis 11 buku dan lebih dari 120 artikel ilmiah tentang penyu; seorang naturalis yang selalu membawa aksi positif dalam menyampaikan pesannya, ia dikenang akan gerakannya dalam upaya konservasi penyu dan perlindungan habitat penyu.

Hari Penyu Sedunia mengajak kita untuk melindungi penyu (karena terancam punah), karena melindungi mereka berarti melindungi alam kita juga. Dan kita bisa mulai ikut menjaga kelangsungan hidup penyu dengan mengetahui 7 fakta tentang penyuini!

Melindungi penyu berarti melindungi laut dan Bumi kita bersama. Foto: Pixabay

1. Ada 7 jenis di dunia

Tujuh jenis atau spesies itu adalah penyu belimbing, penyu hijau, penyu sisik, penyu tempayan, penyu pipih, penyu lekang, dan penyu lekang kempi. Kecuali penyu lekang kempi, 6 jenis lain sering bertelur di sejumlah pantai di Indonesia, dari di Sumatra hingga di Papua. Beberapa waktu lalu dikabarkan penampakan penyu lekang kempi di pantai Indonesia di Papua.

Tiga jenis penyu yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah penyu sisik, penyu hijau, dan penyu belimbing. 

Dan penyu berbeda dari kura-kura yang hidup di daratan dan herbivora. Penyu termasuk omnivora, karena memakan segalanya di dalam laut.
 

2. Terancam kepunahan

Selain harapan hidup yang rendah, dari tahun ke tahun penyu menghadapi penurunan populasi. Hal ini menempatkan mereka dalam daftar merah International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources dengan kategori rentan, terancam punah hingga kritis (sangat terancam).

Selain area pesisir makin berkurang karena pengembangan kota, polusi plastik dan sampah serta tumpahan minyak di laut juga membahayakan mereka. Begitu pula dengan memancing yang menjadikan penyu tangkapan sampingan, dan perburuan penyu dan telurnya.

Sebagai salah satu upaya perlindungan, Pemerintah Indonesia telah menetapkan peraturan yang melindungi keenam jenis penyu tersebut.

Kita bisa melindungi penyu dengan melaporkan adanya kegiatan perburuan atau perdagangan ilegal penyu ke BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam), BPSPL (Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut), aplikasi Gakkum yang disediakan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), dan E-Pelaporan Satwa Dilindungi milik Bareskrim Polri.
 

3. Menjaga ekosistem laut

Penyu menjadi penjaga Samudra dengan membantu mengontrol populasi mangsanya, seperti ubur-ubur dan spons pada terumbu karang.

Sedih banget jika penyu sering mengira bahwa sampah-sampah plastik adalah spons atau ubur-ubur, sehingga keracunan atau tercekik saat memakannya.

Penyu juga ikut menjaga kondisi padang lamun (seagrass bed; ekosistem khas di laut dangkal) agar tetap baik. 
 

4. Petualang samudra

Kalau masih ingat film Finding Nemo, Nemo bertemu dengan sekelompok penyu yang sedang mengarungi bawah laut. Penyu memang petualang Samudra.

Pada tahun 2007, seekor penyu belimbing betina berenang dari Papua Barat hingga ke Oregon, AS, lalu Kembali lagi ke tempat ia lahir, sebelum akhirnya sinyal tak terlacak lagi oleh satelit Trans-Pacific. Total Jarak yang ia tempuh sedikitnya 20.558 km, dalam Waktu 647 hari (sekitar 21 bulan). 

Hingga kini, migrasi itu mencatat rekor migrasi terjauh yang dilakukan vertebrata laut. Wow....
 

5. Jangan beli produknya!

Karapas atau tempurung atau cangkang penyu sisik biasa dijadikan berbagai produk, antara lain frame kacamata dan gelang. Produk sisik penyu ini ilegal, dan terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp100.000.000 (UU No.5 Tahun 1990).

Proses mendapatkan karapas itu sendiri sangat kejam bagi penyu. Penyu yang 'telanjang' tanpa karapas dikembalikan ke laut dengan asumsi karapas akan tumbuh kembali. Sayangnya penyu tidak bisa bertahan hidup karena infeksi. 

Gara-gara ini, populasi penyu sisik dewasa menurun drastis 90% selama 100 tahun terakhir. Kita bisa menghentikan aktivitas ilegal ini dengan tidak membelinya. 
 

6. Memberi kontribusi ekonomi

Penyu bisa memberi kontribusi ekonomi pada masyarakat sekitar tentunya bukan untuk diperjualbelikan atau diambil karapasnya untuk dijadikan berbagai produk.

Kegiatan turtle watching hingga diving ditemani penyu lebih berarti, baik bagi kita, alam, maupun penyu.
 

7. Cinta penyu, cinta Bumi

Kurangi sampah plastik, dan traveling lebih bertanggung jawab adalah 2 cara paling mudah tak hanya melestarikan Bumi tapi mencegah penyu dari kepunahan. 

Plastik jadi 'momok' bagi penyu, apalagi terbukti bahwa semua jenis penyu di dunia menyimpan mikroplastik di dalam sistem pencernaan mereka. 

Penyu pun bisa menjadi indikator kualitas ekosistem karbon biru di laut kita. Dan pelestarian ekosistem karbon biru menjadi solusi alami terbaik sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Baca juga:
7 Langkah Sederhana yang Bisa Kita Lakukan untuk Menjaga Lingkungan
Merayakan Hari Laut Sedunia Sambil Nonton 10 Film Ini!
Planet vs Plastik Tema Hari Bumi 2024, Ini 5 Hal yang Bisa Kita Lakukan untuk Membantu Bumi
 

Zornia Harisantoso


Topic

#kerentanpasisik

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?