
Foto: Pixabay
Bertambahnya kasus COVID-19 di Jepang membuat negara tersebut menambahkan 3 prefektur dalam daftar status darurat pandemi. Gelombang keempat COVID-19 di Jepang dengan penambahan kasus hingga lebih dari 7.700 per hari membuat penduduk Jepang khawatir akan terjadinya lonjakan kasus, jika Olimpiade Tokyo tetap berlangsung. Acara ini dinilai bisa menjadi superspreader baru, mengingat atlet dan official yang datang berbagai negara berpotensi mendatangkan berbagai varian COVID-19.
Hal ini mendorong sejumlah pihak untuk meminta pemerintah dan panitia membatalkan event tersebut. Beberapa waktu lalu muncul petisi online yang ditandatangani oleh lebih dari 351.000 orang. Petisi yang meminta pembatalan Olimpiade itu telah diserahkan kepada pihak pemerintah. Padahal, Olimpiade rencananya akan digelar dalam waktu kurang dari 3 bulan dan Jepang telah menghabiskan miliaran dolar untuk membangun infrastruktur dan beragam fasilitas. Sejumlah hotel dan restoran pun melakukan renovasi besar-besaran untuk menyambut acara ini.
Setelah petisi, Tokyo Medical Practitioners Association yang menaungi sekitar 6.000 dokter mengirim surat terbuka kepada Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, memintanya untuk membujuk International Olympic Committee (IOC) agar Olimpiade dibatalkan saja. Mereka menyebutkan, rumah sakit di negara tuan rumah sudah cukup kewalahan akibat pandemi. Apalagi, ketika musim panas nanti rumah sakit harus merawat pasien dengan masalah heat exhaustion.
Sebelumnya, Jepang sebenarnya telah berhasil meredam penyebaran pandemi. Namun, negara ini kemudian dikritik karena dinilai lambat dalam melakukan vaksinasi. Mengutip dari Reuters, saat ini baru 3,5% dari total 126 juta penduduk yang telah divaksin.
Menanggapi surat terbuka itu, Suga meyakinkan bahwa Olimpiade tetap bisa diadakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Saat ini panitia sedang mengadakan uji coba penyelenggaraan Olimpiade, melibatkan 420 atlet dan menerapkan protokol kesehatan.
Pembatalan Olimpiade bukan hanya terkait masalah uang. Kalaupun harus dibatalkan, kemungkinan besar pihak penyelenggara akan mendapatkan penggantian dari pihak asuransi. Namun, di balik itu ada gengsi dan kontrak yang harus dipertimbangkan.
Lalu, bagaimana dengan atlet yang akan tampil nanti? Atlet ketangkasan berkuda asal Kanada, Eric Lamaze, baru saja mengumumkan pengunduran dirinya dari ajang tersebut. Ia menilai, kesehatan merupakan hal utama. Sementara itu, atlet bulutangkis Indonesia Mohammad Ahsan berharap pesta olahraga terbesar dunia ini tetap diselenggarakan, karena bisa jadi ini adalah kesempatan terakhirnya untuk berpartisipasi dalam Olimpiade dan ia telah mempersiapkan diri secara maksimal. (f)
Baca Juga:
6 Fakta Unik Miss Universe 2020
Mulai Dilaksanakan Hari Ini, Apa Itu Vaksinasi Gotong Royong?
Penggunaan dan Distribusi Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Dihentikan Sementara
Topic
#olimpiadetokyo, #petisionline, #pandemicovid


