Trending Topic
Komitmen Perum Bulog Mengantar Kebaikan kepada Para Ibu Lewat Pangan Berkualitas

10 Aug 2024

Ki-ri ke kanan: Mei Batubara, Founder & Director The Nusa Indonesian Gastronomy Foundation; Sonya Mamoriska, Direktur Transformasi dan
Hubungan Kelembagaan Perum Bulog; Febby Novita, Direktur Bisnis Perum Bulog, Mona Ratuliu dan Indra Brasco. Foto: Dok. Bulog


Data Mandiri Spending Index (MSI) menyebutkan bahwa pengeluaran kalangan ekonomi kelas menengah untuk bahan makanan saat ini naik drastis dari 13,9% menjadi 27,4% dari total pengeluaran. Tentunya dengan kenaikan harga bahan-bahan makanan, memasak di rumah menjadi opsi yang paling menguntungkan untuk berhemat sekaligus memastikan setiap anggota keluarga mendapatkan nutrisi yang cukup.

Hal ini juga dilakukan oleh pasangan selebritas Mona Ratuliu dan Indra Brasco yang sebisa mungkin, di tengah kesibukan mereka, menyiapkan makanan rumah untuk anak-anak mereka.

"Makanan tidak hanya tentang preferensi rasa, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa menjalin keakraban keluarga di meja makan. Pemilihan bahan pangan berkualitas baik dan tepercaya adalah langkah awal untuk memastikan kesejahteraan dan kesehatan keluarga," ungkap Mona, saat hadir di media gathering dengan tema Bulog Mengantar Kebaikan untuk Para Ibu Indonesia, minggu lalu.  

Pada kesempatan yang sama, Mei Batubara, Founder & Director The Nusa Indonesian Gastronomy Foundation, mengajak para ibu untuk kembali ke dapur dan menyiapkan makanan untuk keluarga. Mei pun mengingatkan untuk menyadari setiap langkah dalam proses memasak, mulai dari pemilihan bahan pangan berkualitas hingga cara menyajikan makanan bagi keluarga. 

"Penting bagi para ibu sebagai kepala rumah tangga untuk mengetahu asal-usul pangan yang disajikan di meja makan. Dengan memahami bahan pangan yang kita masak, maka kita akan lebih bisa menghargai apa yang kita makan. We are what we eat," ucap Mei. 

Sonya Mamoriska, Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan Perum Bulog, setuju bahwa budaya memasak dan makan di rumah bersama keluarga juga harus diturunkan pada generasi berikutnya. "Karena, memasak dan makan di rumah menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri bersama keluarga, terlebih bila hidup di kota besar dengan kepadatan waktu yang ada," kata Sonya saat membuka acara.

Sonya juga menambahkan bahwa memahami kebutuhan konsumen akan pangan berkualitas, terutama bagi para ibu dan perempuan, merupakan salah satu agenda utama transfomasi Perum Bulog untuk menjaga kepercayaan dan kepemimpinan pada rantai pasok pangan.

"Transformasi yang sedang kami lakukan saat ini tidak hanya tentang memperkuat posisi Perum Bulog pada rantai pasok pangan, tetapi juga untuk lebih mendekatkan diri kami kepada para konsumen, terutama para ibu yang memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Mengantarkan kebaikan untuk ibu dan perempuan Indonesia menjadi penting sebagai cara untuk berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia," jelas Sonya.

Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita, menyebutkan bahwa saat ini Bulog juga memiliki beragam varian produk pangan berkualitas yang selalu setia menemani para ibu di dapur sehingga memiliki opsi untuk menyediakan makanan terbaik untuk semua anggota keluarga.

"Produk Perum Bulog berkualitas premium dan halal seperti Punokawan, Belinda, Fortivit yang mengandung vitamin dan mineral, Befood Sentra Ramos, Befood SLYP Super  dan lainnya, merupakan wujud komitmen Bulog untuk hadir bagi berbagai kalangan masyarakat dan memberikan kualitas serta pelayanan yang prima," jelas Febby.

Melalui berbagai alat pengolahan pangan modern yang dimiliki oleh Bulog, seperti 10 Sentra Penggilingan Padi (SPP) dan 1.600 gudang di seluruh provinsi Indonesia, dipastikan kualitas produk pangan yang dihasilkan dapat terjamin keamanannya.

Febby juga menambahkan, para ibu dan perempuan Indonesia dapat dengan mudah mengakses produk-produk pangan berkualitas Bulog. Secara daring produk-produk Bulog yang berkualitas, terjangkau dan terjamin itu bisa didapat melalui berbagai platform e-commerce besar serta aplikasi RPK Mobile. Secara luring, produk-produk Bulog tersedia di pasar-pasar tradisional dan berbagai jaringan ritel modern, termasuk BOSS Food di 2 kota besar dan 19.500 jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Menutup acara, Chef Ragil Imam Wibowo membagikan resep mengolah beras berkualitas menjadi kuliner khas Nusantara saperti gadon, tanpa meninggalkan ciri khas makanan rumahan. 

”"akanan enak tidak harus mahal. Tapi yang penting dipilih dari bahan pangan berkualitas dan kita mampu untuk mengolahnya secara baik, sehingga keluarga pun merasa senang dengan kreasi makanan yang kita sajikan di meja makan," ujar Chef Ragil. (f) 

Baca juga: 
Jangan Panik, Berikut 5 Cara Hindari Tipuan Beras Oplosan
Kontroversi Beras Maknyuss yang Menjadi Perbincangan di Masyarakat
 


Faunda Liswijayanti


Topic

#bulog, #beras, #panganpokok

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?