Trending Topic
Jangan Panik, Begini Cara Cek Ketersediaan Obat COVID-19 di Kota Anda

27 Jul 2021

Foto: Freepik

Pemerintah sudah menyiapkan layanan telemedicine bagi Anda yang tinggal di Jabodetabek. Yang penting, agar bisa mendapatkan obat dan multivitamin secara gratis (dan tidak perlu repot-repot mencari), Anda harus melakukan tes PCR di laboratoratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan. Namun, karena mengejar kecepatan, misalnya, Anda memilih laboratorium terdekat, berkonsultasi dengan dokter via telepon, dan kemudian mendapatkan resep yang harus ditebus sendiri. Masalahnya, banyak beredar berita bahwa obat COVID-19 susah sekali dicari. 

Jangan keburu panik. Kemenkes sudah menyediakan fasilitas agar Anda bisa mengecek ketersediaan obat di kota Anda, yaitu dengan membuka https://farmaplus.kemkes.go.id/. Laman yang bisa diakses oleh publik ini menyediakan informasi di apotek mana saja Anda bisa mendapatkan obat yang diresepkan, jumlah obat yang tersedia, lengkap dengan peta lokasi dan nomor telepon apotek.

Berita baiknya lagi, informasi ketersediaan ini bukan hanya untuk kota-kota besar di Jawa, melainkan hingga ke Papua. Hanya saja, tak semua apotek terdaftar dalam situs tersebut. Ada 10 apotek yang hingga saat ini bekerja sama dengan Kemenkes, yaitu Kimia Farma, Apotek Berkat, Guardian, Century, Watsons, Apotek K 24, Apotek Generik, Aji Waras, Lifepack, dan Mitra Keluarga.

Dan, tidak semua obat bisa dicek ketersediaannya di sini. Obat-obatan yang bisa Anda cek adalah azithromycin, favipiravir, immunuglobulin, ivermctin, oseltamivir, remdesivir, dan tocilizumab. Obat-obat ini memang kerap diresepkan oleh dokter sebagai terapi COVID-19. Selain obat, Anda juga bisa mengecek multivitamin, yang kini juga banyak diburu oleh pasien COVID-19 mapun masyarakat yang bukan pasien.   

Yang perlu diperhatikan, data tersebut diperbarui setiap hari pukul 17.00 WIB, sehingga bukan merupakan data realtime. Hal ini pun sudah dituliskan dalam situs. Namun, Anda tetap bisa melakukan konfirmasi melalui telepon terlebih dahulu, sebelum membeli obat.

Pelaksana tugas Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, drg. Arianti Anaya, menghimbau seluruh anggota masyarakat untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter, sebelum membeli obat-obatan terapi COVID-19, kecuali vitamin. “Semua obat-obatan terapi COVID-19 harus dibeli dengan resep dokter, karena obat tersebut mempunyai risiko. Kalau digunakan tidak sesuai resep dokter, maka obat ini akan menjadi racun, bukan mengobati. Itu yang harus dipahami oleh para masyarakat.”

Ke depannya, ia menambahkan, aplikasi Farmaplus akan dikembangkan dengan jejaring apotek sampai ke seluruh Indonesia. (f)


Baca Juga: 
7 Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer dari Efikasi hingga Keamanannya
Penyintas COVID-19, Kapan Bisa Divaksinasi?
Indonesia Butuh Dosis Ketiga Vaksin sebagai Perlindungan Ekstra?

 


Topic

#obatcovid-19, #multivitamin, #covid19, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?