Trending Topic
Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia Group Tutup Usia

10 Sep 2020


Foto: Ensiklopedia Indonesia



Kabar duka muncul dari dunia pers Indonesia. Pendiri Kompas Gramedia Group sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas, Jakob Oetama meninggal dunia pada Rabu (9/9). Jakob meninggal pada usia 88 tahun setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.
 
Sebelum terjun ke dunia pers hingga akhirnya memimpin Kompas Gramedia Group yang merupakan salah satu group media terbesar di Indonesia, Jakob Oetama lebih dulu berkarier sebagai seorang guru. Ia mulai mengajar di Sekolah Menengah Pertama Mardiyuana, Cipanas, Jawa Barat pada 1952 sampai 1953.
 
Pria kelahiran Magelang, 27 September 1931 ini juga mengajar di Sekolah Guru Bantu di Bogor hingga 1954 dan dilanjutkan dengan guru SMP Van Lith, Jakarta hingga 1956.
 
Di tahun 1954, ia memulai perjalanan panjangnya di dunia jurnalistik Indonesia dengan bekerja sebagai redaktur Mingguan Penabur. Jakob kemudian melanjutkan pendidikan pendidikan, ia lulus dari Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta pada 1961.
 
Di tahun yang sama setelah lulus dari UGM, Jakob bersama Petrus Kanisius (PK) Ojong menerbitkan majalah Intisari yang mengacu pada Reader’s Digest. Bersama Ojong pula Jakob mendirikan harian Kompas pada 1965. Artinya, ia mendirikan harian Kompas di usia yang tegolong muda, sekitar di usia 34 tahun.
 
Jakob menjadi Ketua Editor dan dilanjutkan menjadi Pemimpin Umum atau Redaksi Kompas. Di bawah kendalinya, Kompas terus berkembang dan menjadi salah satu surat kabar terbesar di Indonesia.
 
Atas jasa dan pengabdian dalam dunia pers, Jakob pun diberi penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973.
 
Di tahun 1983, Jakob bersama dengan Jusuf Wandi, Muhammad Chudori, Eric Samola, Fikri JufriGoenawan Mohamad, H. G. Rorimpandey dan Harmoko mendirikan The Jakarta Post, harian nasional Indonesia berbahasa Inggris.
 
Sejak tahun tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai memasuki masa keemasan. Perusahaan ini terus berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan atau bisnis unit yang bervariasi dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas.
 
Selamat jalan Jakob Oetama. Jasamu telah membekas dengan indah di hati jutaan masyarakat Indonesia. Dari lembaran koran yang engkau dirikan, tak sedikit orang belajar membaca dan menambah wawasan. Begitu pula dari buku-buku terbitan Gramedia engkau dirikan menambah wawasan dan kemampuan literasi jutaan orang. (f)



Baca Juga:
Perancang Barli Asmara Tutup Usia
Didi Kempot, Musisi Campursari Idola Milenial
Selamat Jalan, Mas Ton


 


Topic

#jakoboetama

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?