Rangkaian aromaterapi yang bisa menghilangkan stres in this economy. Foto ilustrasi: Pexels/RDNE Stock Project
Stres karena kerjaan, deadline, sampai isi rekening yang mendadak tipis memang nggak selalu bisa hilang dengan instan.
Tapi kadang mood bisa sedikit membaik dari hal kecil—termasuk aroma yang kita hirup setiap hari.
Kabar baiknya, kamu nggak harus langsung beli diffuser mahal atau parfum niche jutaan untuk dapat efek calming. Tiga tip ini bisa kamu coba!
1/ Pilih aroma yang “nggak bikin capek” dicium
Saat lagi stres, hindari aroma yang terlalu tajam atau terlalu manis karena bisa bikin kepala makin penuh. Cari wewangian yang ringan dan familiar, antara lain:
- Lavender untuk efek relaksasi
- Eucalyptus untuk rasa segar,
- Vanila yang lembut dan terasa comforting.
Aroma seperti ini biasanya lebih gampang dipakai sehari-hari, baik di kamar, meja kerja, maupun sebelum tidur.
2/ Gunakan dalam bentuk paling praktis
Aromaterapi nggak harus selalu lewat diffuser elektrik. Kalau lagi hemat, pilih format yang lebih simpel dan multifungsi:
- Essential oil roll-on
- Spray linen
- Lilin kecil
- Body mist dengan aroma calming.
Selain lebih affordable, format ini lebih gampang dibawa ke mana-mana—terutama buat yang sering commuting.
3/ Jadikan aroma sebagai “sinyal istirahat”
Salah satu trik paling efektif adalah memakai aroma tertentu khusus saat ingin recharge, misalnya:
- Semprot spray linen sebelum tidur
- Pakai roll-on setelah pulang kerja
- Nyalakan lilin aromaterapi sambil journaling.
Lama-lama otak akan mengasosiasikan aroma itu dengan momen tenang. Efeknya mungkin kecil, tapi cukup membantu bikin badan dan pikiran lebih cepat “switch off” dari stres harian.
Pada akhirnya, self-care nggak selalu harus mahal atau estetis. Kadang-kadang, kamu cukup menemukan aroma yang bikin napas terasa sedikit lebih lega di tengah hidup yang lagi ramai-ramainya. (f)
Brianna Relisha


