Trending Topic
Ibtihaj Muhammad Angkat Pedang untuk Bela Hak Wanita

2 May 2016


Foto: Instagram/IbtihajMuhammad - Louellashop

Nama Ibtihaj Muhammad semakin sering terdengar. Dialah wanita berhijab pertama yang bergabung dalam tim Olimpiade AS sebagai atlet anggar. Ibtihaj jatuh cinta kepada olahraga anggar di usia 13 tahun. Wanita berdarah Afro-Amerika ini harus berjuang agar diterima oleh lingkungannya. Anggarlah yang membuatnya merasa nggak lagi berbeda dari teman-teman seumurnya.

“Saya sudah mencoba berbagai olahrasa saat kecil dan sebagai remaja Muslim saya merasa selalu berbeda dari rekan satu tim. Jika mereka bisa ber-tank top dan memakai celana pendek, saya harus mengganti seragam tersebut dengan mengenakan celana panjang atau baju lengan panjang. Saat berkenalan dengan anggar dan memakai topengnya, saya langsung merasa menjadi bagian dari tim untuk pertama kalinya,” kenang wanita kelahiran 4 Desember 1985 itu.

Ibtihaj mulai berlatih di klub Peter Westbrook Foundation, New York. Pelan-pelan dia mengumpulkan medali dan penghargaan. Di antaranya lima kali meraih medali Senior World Championship Teams dan berhasil menjuarai event yang sama di tahun 2014. Meski sudah menemukan passion-nya, bukan berarti hidup Ibtihaj bebas diskriminasi.

“Saat di SXSW bulan Maret 2016 lalu, saya mengalami hal yang kurang menyenangkan. Saya diminta membuka hijab untuk foto ID. Meski sudah berdalih bahwa saya memakainya untuk alasan keagamaan, pihak panitia nggak mau mengerti, bahkan melontarkan kalimat, ‘Well, you know you’re in Texas.’ Menurut saya, nih, di mana Anda tinggal bukan alasan untuk bersikap sombong, tidak peka, dan menyinggung orang lain,” tegas lulusan Duke University dari dua jurusan, Hubungan Internasional dan Studi Afrika, itu.

Untungnya berbagai pengalaman negatif nggak membuat Ibtihaj berkecil hati. Dia malah berusaha ‘membalik’ situasi untuk menyebarkan pesan positif.

“Saya nggak mau peristiwa semacam itu memengaruhi diri saya dan menahan saya untuk berkarya. Saya memilih untuk melihat sisi positifnya dan berusaha menjalani hari-hari dengan penuh cinta.”
 
Selain anggar, Ibtihaj sangat menyukai fashion. Kecintaan tersebut membuatnya meluncurkan brand fashion LOUELLA untuk market wanita berhijab di AS pada tahun 2014.

“Nggak banyak pilihan baju bagi saya atau teman-teman saya yang berhijab. Melalui brand ini kami ingin membuat pilihan yang modest dan terjangkau,” jelas Ibtihaj yang berkolaborasi dengan ketiga saudarinya untuk menjalankan LOUELLA.

Perjuangan Ibtihaj dianggap inspiratif sehingga majalah TIME memasukkan namanya sebagai salah satu dari 100 Most Influential People for 2016. Merasa terhormat, Ibtihaj mengakui bahwa profesi atlet yang dijalaninya saat ini bukan lagi sekadar bertanding membela nama negara.

“Yang saya sukai dari olahraga adalah kemampuan uniknya untuk menjembatani kebudayaan. Semoga kehadiran saya sebagai perempuan Muslim yang memperkuat tim Olimpiade AS bisa menginspirasi sebuah dialog yang saling menghormati sehingga bersama kita menemukan kesamaan dan berbagi nilai. Saya ingat pernah dikucilkan karena berbeda dan akhirnya menemukan perlindungan di dalam olahraga. Semoga kita semua bisa terus membuka kesempatan kepada para wanita untuk berkembang melalui olahraga,” tulisnya di akun Instagram pribadi, @ibtihajmuhammad.

Sebagai  duta olahraga di bawah Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Anak pemerintah AS,  Ibtihaj pun melakukan perjalanan ke berbagai negara dan terlibat dalam dialog tentang pentingnya olahraga dan pendidikan. Way to go Ibtihaj! (f)
 


Topic

#wanitahebat

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?