
Dok. Instagram @skydive_7continent
Menyambut hari kemerdakaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun, masyarakat tanah air dibuat bangga oleh prestasi yang dicetak oleh Naila Novaranti, pelatih terjun payung wanita. Pasalnya, ia baru saja menerima piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas prestasinya menaklukan tujuh benua.
Perjalanannya terjun payung di tujuh benua ini ia lakukan selama satu setengah tahun. Benua Antartika pun menjadi destinasi terakhirnya yang juga diakuinya sebagai pengalaman paling berat dan menantang, karena suhu minus 30 derajat celsius yang harus ditahannya.
"Untuk Anda, Naila Novaranti, ini rekor dunia dan bukan rekor Indonesia, karena sampai saat ini kami belum tahu ada seorang perempuan penerjun payung yang lebih banyak terjun seperti Anda. Kami belum tahu," ujar Jaya Suprana, pendiri MURI lewat konferensi pers, Senin (10/8)
Dalam penghargaan yang diterimanya tersebut, Naila disebut sebagai penerjun wanita tercepat dan pertama di dunia yang menaklukkan tujuh benua. Ia pun berharap akan lahir penerjun payung wanita lainnya yang juga akan meneruskan prestasinya.
"Terima kasih untuk seluruh penerjun di Indonesia atas dukungan moral dan lainnya. Saya berharap bisa terus membawa nama baik Indonesia melalui terjun payung," ujarnya bangga. (f)
BACA JUGA :
Wanita-Wanita di Balik Proklamasi Kemerdekaan
Terpilih Sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB, Indonesia Ingin Fokus Pada Perdamaian Wanita
Sutradara Nia Dinata dan Hadrah Daeng Ratu Akan Garap Film Original Netflix
Topic
#RekorDunia, #Indonesiaku, #HUTRI, #NailaNovaranti


