
Foto: Shutterstock
Literasi keuangan menjadi bagian penting dalam upaya membawa UMKM naik kelas. Oleh karena itu, salah satu modul yang diberikan dalam program “Fashion Accelerator : Siap Menjadi Pengusaha Fashion” yang digagas oleh Asia Pacific Rayon (APR) dan Akademi Femina bekerjasama dengan API Riau bicara tentang manajemen keuangan. Harapannya, dengan literasi keuangan yang baik, para peserta yang terdiri dari perajin batik dan desainer asal Riau anggota API ini dapat mengelola bisnis mereka dan bisa naik kelas.
Mendapat dukungan penuh dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Riau, modul check up keuangan bisnis ini menghadirkan Kintansari Adhyna Putri, Manager Retail Payment dan Merchant Relationship Departemen BRI. Seperti diungkap Kintan, kegiatan Fashion Accelerator ini tentunya sejalan dengan BRI yang terus menerus melakukan literasi keuangan, terutama untuk para pemilik UMKM.

Kintansari Adhyna Putri, Manager Retail Payment dan Merchant Relationship Departemen BRI
dalam sesi literasi keuangan untuk UMKM Fashion Riau dalam program Fashion Accelerator. Foto: Dok. APR
Sebagai bagian dari upaya literasi keuangan tersebut, dalam kelas yang berlangsung pada Jumat (31/5/2024) di hotel Royal Asnof, Pekanbaru, Riau, BRI mendorong para pelaku UMKM untuk bertransaksi menggunakan QRIS ataupun aplikasi BRImo. Dengan begitu, semua riwayat transaksi akan tercatat. Pembukuan UMKM pun akan menjadi lebih rapi. Kedepannya catatan keuangan tersebut dapat menjadi bahan bagi perbankan bika ingin memberikan kredit dengan plafon yang lebih besar.
Lebih lanjut Kintan menjelaskan tentang BRImerchant, one stop application solution yang dapat membantu kebutuhan merchant BRI. Beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan UKM antara lain seperti monitoring payment dan transaksi mingguan dan bulanan.
Keuntungan dari BRImerchat ini antara lain dapat memonitoring transaksi merchant owner itu sendiri, dapat melakukan monitoring lebih dari satu user, mendapatkan notifikasi real time berkat teknologi push notification, dan dapat melihat laporan transaksi & settlement per MID.

Salah satu peserta diajak untuk melakukan financial rontgen dengan membedah
pengeluaran mereka dalam mengelola toko fisik. Foto: Dok. APR
Selain itu, BRI juga memperkenalkan Stroberi Kasir, aplikasi berbasis Android yang berfungsi sebagai pencatatan transaksi, pengelolaan persediaan, order management, QRIS, tata kelola, hingga administrasi usaha.
Stroberi Kasir memiliki tiga manfaat. Pertama, akuntable karena setiap traksaksi penjualan tercatat dan dapat didownload historical laporannya. Kedua, efektif karena memudahkan kasir dalam pencatatan penjualan barang ke konsumen baik tunai maupun piutang. Ketiga, akurat karena setiap traksaksi penjualan akan otomatis mengupdate persediaan barang. Sebagai penutup kelas, Kintan mengajak peserta untuk melakukan financial rontgen dengan membedah pengeluaran mereka dalam mengelola toko fisik.
“Semoga lewat kelas ini para peserta memiliki pola pikir da cara pandang yang lebih baik dalam mengelola bisnis. Dan pada akhirnya mereka menjadi lebih cakap dalam mengelola keuangan,” tutup Kintan. (f)
Baca Juga:
APR Fasilitasi Pebisnis Fashion Riau Naik Kelas
APR Pertajam Skill Bisnis Wanita Wirausaha di Riau Lewat Program Fashion Accelerator Akademi Femina
Faunda Liswijayanti
Topic
#wanwir, #wanwirfemina, #wanitawirausaha, #apr, #bri, #fashion, #riau




