
Foto: Shutterstock
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, seperti dilansir washingtonpost.com, sedang mempertimbangkan memperbarui panduan penggunaan masker. Terbaru CDC merekomendasikan agar orang menggunakan masker N95 atau KN95 yang memiliki tingkat proteksi yang lebih baik.
Ketika CDC mengeluarkan panduan penggunaan masker awal pada tahun 2020, penggunaan masker yang memiliki tingkat proteksi tinggi memang tidak mendesak, selain saat itu stock masker sejenis N95 masih diprioritaskan untuk petugas medis. Namun, dengan munculnya varian Omicron yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi dari varian lain, termasuk delta, penggunaan masker berkualitas saat berada di tempat umum menjadi sangat disarankan.
Penggunaan masker dengan tingkat proteksi yang tinggi ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah pencegahan penyebaran virus agar tidak memicu tingkat infeksi yang tinggi hingga menaikkan tingkat hunian perawatan di rumah sakit.
Pedoman CDC terbaru juga menekankan tentang pentingnya pemakaian masker secara konsisten dan benar, agar dapat memberikan perlindungan maksimal. Masker harus dikenakan secara pas, memiliki dua lapisan kain yang breathable, dengan penyangga kawat di sekitar hidung.
Dr. Leana Wen, seorang emergency physician and visiting professor of health policy and management dari George Washington University Milken Institute School of Public Health, seperti dikutip dari CNN.com mengatakan dalam kondisi saat ini masker kain tidak lebih dari sekadar hiasan wajah. “Di tempat-tempat ramai, orang harus mengenakan masker KN95 atau N95, yang harganya memang lebih mahal, tapi masker ini memiliki kemampuan lebih baik mencegah partikel kecil masuk ke hidung atau mulut Anda dan harus dipasang di wajah dengan baik,” ungkap Dr. Leana.
Hal senada juga diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO, dalam keterangan resmi pada Jumat (21/1/2022), Direktur WHO untuk Kesehatan Global Lawrence Gostin mengingatkan kepada masyarakat bahwa penggunaan masker kain tidak mampu menangkal virus COVID-19 khususnya varian Omicron.
“Saat ini penggunaan masker kain hampir tidak dapat melindungi seseorang dari virus Omicron. Untuk melindungi dari varian Delta pun masker kain hanya memiliki efektivitas 20-30%. Bagaimana dengan Omicron yang lebih menular, efektivitasnya dapat diabaikan," kata Lawrence Gostin.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI juga menyarankan penggunaan masker N95 dan masker KN95 untuk mencegah COVID-19 varian Omicron. Masker kain diyakini tak lagi bisa melindungi diri dari paparan virus, khususnya Omicron. Terkait hal tersebut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi juga menegaskan bahwa dalam penggunaannya masker N95 maupun KN95 tak bisa dicuci untuk dipakai ulang, karena itu masuk dalam kategori disposable.
Lantas apa yang membedakan antara masker N95 dengan KN95? Baik respirator N95 ataupun KN95 keduanya serupa dengan efisiensi filtrasi sama-sama berada di angka 95%. Perbedaan utama keduanya terletak pada negara atau organisasi mana yang mengeluarkan sertifikasi standar kualitas masker. N95 bersertifikat NIOSH, sedangkan KN95, menurut catatan CDC, diproduksi di Tiongkok dan memenuhi standar khusus untuk Tiongkok. Umumnya masker N95 kurang nyaman jika dikenakan sehari-hari dan dalam waktu panjang, sehingga banyak orang yang memilih KN95, yang memiliki tingkat proteksi sama.
Agar penggunaan respirator N95 tetap nyaman dan memproteksi dengan maksimal, Dr. Nikki Vars McCullough, Vice President and Respiratory Protection Leader di 3M, sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai produk masker, menyarankan cara penggunaan respirator N95 dengan benar. Yaitu, harus menutup rapat ke wajah agar udara yang dihirup dan dihembuskan masuk dan keluar melalui filter.
Selain itu dengan peningkatan penggunaan N95, Anda perlu waspada saat membeli masker jenis ini di pasaran, karena ada banyak yang palsu. Hingga saat ini saja, 3M bekerjasama dengan pihak berwajib mencatat telah menyita lebih dari 55 juta respirator palsu. Jadi, saat membeli respirator N95, pastikan Anda membeli dari distributor resmi yang memiliki reputasi baik. (f)
Baca Juga:
Kasus Omicron Meningkat, Ini Beda Gejalanya dengan Flu
Penting! Lakukan PCR di Lab yang Terafiliasi Kemenkes untuk Akses Telemedisin Gratis
Catat! Ini Prosedur Layanan Telemedisin Gratis Bagi Pasien Isoman Terkonfirmasi Omicron
Faunda Liswijayanti
Topic
#covid19, #omicron, #pandemi, #corona, #masker




