Trending Topic
Dari Kasus Via Vallen, Jang Ja Yeon, dan Artis Dunia lainnya, Benarkah Pelecehan Seksual di Dunia Hiburan Dianggap Hal Biasa?

8 Jun 2018


Dok: Unsplash.com

Setelah sepanjang tahun 2017 dunia hiburan diwarnai banyak kasus pelecehan seksual yang dilakukan sejumlah nama besar sineas Hollywood, rupanya berita tentang pelecehan seksual yang diterima artis wanita tidak berhenti begitu saja.
 
Baru-baru ini, Via Vallen penyanyi dangdut muda yang namanya tengah naik daun, lewat Instagram Stories-nya menceritakan tentang pelecehan seksual yang ia dapat lewat DM Instagram dari seseorang yang disebutnya sebagai pemain sepakbola.
 
DM itu berisi tulisan: “I want u sign for me in my bedroom, wearing sexy clothes…” yang ia beri lingkaran merah. Serta kalimat lainnya: “Enggak kenal dan enggak pernah ketemu tiba-tiba nge-DM dan ngirim text gambar kayak gini. As a singer i was being humiliated by a famous football player in my country right now," yang ditulis pelantun lagu Sayang itu dalam unggahan yang sama.
 
Unggahan tersebut pun mendapatkan komentar, pro dan kontra. Sayangnya ada saja orang yang menganggap unggahan Via tersebut dinilai lebay. Benarkah apa yang dilakukan Via tersebut merupakan perbuatan yang berlebihan? Rasanya sih tidak.
 
Dalam kasus Via Vallen, pelecehan seksual yang ia terima memang tidak secara fisik, tapi lewat media sosial. Menurut komisioner Komnas Perempuan Adriana Venny, seperti ditulis Detik.com, apa yang dialami Via tersebut masuk dalam kategori cyber harassment yaitu tindakan pelecehan terhadap perempuan yang sifatnya mengganggu dan mengancam korban. Dan Adriana membenarkan tindakan Via tersebut untuk mengungkapkan kepada publik sebagai sanksi sosial.
 
Dunia keartisan bisa dikatakan sebagai profesi yang rentan pada tindakan pelecehan seksual. Ini terbukti dari berbagai kasus yang muncul baik di dalam maupun di luar negeri. Secara mengejutkan menurut daftar yang dibuat oleh media Time, setidaknya ada 112 pelaku pelecehan seksual di industri hiburan internasional. Salah satu yang paling banyak disorot publik adalah kasus yang dilakukan oleh mega-produser Harvey WeinsteinBill Cosby, Kevin Spacey, hingga Ben Affleck.
 
Kasus-kasus luar biasa ini pun melahirkan gerakan #MeToo yang ramai di media sosial tahun 2017 lalu, sebagai bentuk dukungan pada wanita korban pelecehan seksual. Warganet menyampaikan dukungan mereka melalui berbagai macam status yang menghargai keberanian para aktris korban pelecehan untuk bersuara melawan pelaku.
 
Tidak hanya itu, sekitar 300 wanita yang bekerja di industri Hollywood juga menyatukan kekuatan untuk menghentikan ‘kultur’ tersebut dalam kampanye Time’s Up. Salah satu di antara mereka adalah Reese Witherspoon, Shonda Rhimes, America Ferrera, Ashley Judd, Eva Longoria, Amber Tamblyn, Kerry Washington, Lena Waithe, Natalie Portman, Emma Watson hingga Emma Stone.
  
Kampanye tersebut tak hanya meningkatkan kesadaran atas pelecehan seksual di industri hiburan saja, tapi apapun bentuk penyalahgunaan kekuasaan dengan melakukan pelecehan seksual pada wanita.
 
“Untuk setiap wanita di segala industri yang menjadi sasaran pelecehan dan perilaku ofensif yang berharap dapat menolerir perilaku mereka demi mencari nafkah. Kami berdiri bersamamu. Kami mendukungmu,” seperti yang terpapar dalam surat terbuka yang dirilis oleh media The New York Times dan La Opinion.
 
Masalah kekerasan seksual pula yang belakangan diduga menjadi penyebab Jang Ja Yeon, artis Korea Selatan mengakhiri hidupnya dengan tragis pada tahun 2009 lalu. Setelah sembilan tahun kematiannya beredar isu bahwa pemeran Sunny dalam drama Boys Before Flowers tersebut bunuh diri karena menjadi korban kekejaman industri hiburan di Korea Selatan. Kabarnya ia dipaksa untuk memuaskan nafsu seksual 31 pria yang adalah pejabat dan orang penting di dunia hiburan Negeri Ginseng, seperti diwartakan OneHallyu.
 
Sebagai seorang aktris pendatang baru, Jang Ja Yeon tak bisa menolak karena itu permintaan dari manajemennya sendiri. Kasus Jang Ja Yeon kini dibuka kembali setelah ramai #MeToo di Korea Selatan.
 
Ashley Judd salah satu aktris yang namanya masuk dalam daftar puluhan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Harvey Weinstein dan akhirnya berani membuka kasus pelecehan seksusal yang ia terima kepada publik mengatakan penting untuk menunjukkan keteguhan sikap atas penolakkan apa yang dilakukan pelaku.
 
Berada dalam kondisi pelecehan, menurut Ashley, jangan menunjukkan bahwa kita ragu menolaknya dan tetap melakukannya sampai bisa keluar dari situasi tersebut. “Jangan gentar untuk melawan,” sarannya. (f)

Baca Juga: 
300 Aktris Hollywood Bersatu Melawan Pelecehan Seksual Melalui Gerakan #TimesUp
Ketimpangan Relasi Kuasa dan Gender Pada Kasus Kekerasan Seksual
Selain Angelina Jolie, Ini 6 Selebritas Hollywood Korban Pelecehan Seksual Harvey Weinstein












 

Faunda Liswijayanti


Topic

#pelecehanseksual

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?