Trending Topic
Baby Boomers Dianggap Kaku Sementara Gen Z Dinilai Self-Centered, Inilah Perbedaan Karakter Masing-Masing Generasi

15 Jul 2020


Foto: Shutterstock


 
Kesenjangan generasi atau generation gap kerap menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Setiap generasi memiliki karakter masing-masing sehingga sering terjadi perbedaan atau kesalahpahaman di antara mereka. Keadaan ini tak hanya terjadi di lengkungan keluarga, tetapi juga di perusahaan yang di dalamnya terhimpun beberapa generasi.
 
“Dahulu hanya ada dua-tiga generasi dalam sebuah organisasi. Semua orang di dalamnya cenderung tidak memiliki pembanding dan yang mereka lakukan adalah mengikuti jejak pendahulu mereka. Perbedaan pun menjadi tidak terlalu terasa,” tutur Erwin Parengkuan, professional coach, sekaligus pendiri, managing director, dan fasilitator TALKinc.
 
Kini dalam satu organisasi atau perusahaan bisa terdapat hingga empat generasi berbeda, sehingga rentan timbul perbedaan pendapat antar generasi. Akan tetapi, perbedaan tidak timbul tanpa sebab. Karakter masing-masing generasi lahir karena dilatarbelakangi banyak faktor.
 
Erwin dan Becky Tumewu, fasilitator, pendiri, dan komisaris TALKinc, memaparkan perbedaan karakter generasi baby boomers, generasi X, gen Y (milenial), dan generasi Z dalam virtual launch buku karya mereka yang berjudul Generation Gap(less): Seni Menjalin Relasi Antargenerasi.
 
1. Baby Boomers
Generasi baby boomers lahir antara tahun 1946 hingga 1964. Generasi ini berkarakter kuno, kaku, dan mengikuti aturan karena mereka sangat terpengaruh dengan generasi orang tuanya terdahulu yaitu tradisionalis.
 
Sebagai orang yang mengalami masa peperangan, generasi tradisionalis yang lahir sebelum tahun1946 berperangai keras. Karena itu mereka mendidik anak-anaknya dengan keras.

“Karena itu generasi baby boomers kaku, kuno, dan bekerja sangat keras. Itu warisan dari tradisionalis,” ujar Becky.
 
Dalam lingkungan kerja, baby boomers senang dengan micro management. Ia ingin terlibat dalam semua hal sehingga terkesan ikut campur bagi generasi yang lebih muda.
 
2. Generasi X
Generasi X lahir antara tahun 1965 hingga 1980. Gen X bisa dianggap generasi pembangkang karena mereka tidak suka dengan aturan kuno yang diajarkan oleh generasi sebelum mereka, yaitu baby boomers dan tradisionalis. Gen X lebih luwes, fleksibel, agile. Mereka bisa lakukan manuver tergantung dengan kebutuhannya.
 
Generasi yang mulai hidup di dunia digital ini juga pekerja keras. Namun gen X juga menyadari pentingnya kehidupan pribadi mereka. “Mereka fokus dalam bekerja. Tidak ada istilah main-main. When they work ,they work hard . When they play, they play hard. Karena itulah tagline nya work hard, play hard,” jelas Erwin.
 
Skeptis, fun, dan informal itulah nilai yang dipegang oleh generasi X.

“Skeptis dalam arti mereka tidak serta merta setuju akan suatu hal. Ada keraguan dalam melakukan sesuatu,” kata Erwin.
 
3. Generasi Y (Milenial)
Generasi Y atau milenial  lahir antara tahun 1980 hingga 1995. Milenial berkarakter playful dan gemar menggabungkan bekerja dan bersenang-senang dalm waktu bersamaan. Karena itulah mereka menganggap kerja bisa dilakukan di mana saja asalkan mereka nyaman. Bagi mereka bekerja bisa dilakukan di kamar, mobil, atau di ruang makan.
 
“Mereka punya moto you only live once atau YOLO. Karena hidup hanya sekali, mereka ingin mengintegrasikan kerja dan kesenangan di waktu yang sama,” jelas Erwin.
 
Assurance, kemanusiaan, ringkas dan efisien adalah nilai yang dipercaya oleh milenial.

“Mereka ingin mendapat jaminan. Di samping itu, milenial lahir di dunia yang menurut mereka sudah kacau. Sehingga mereka punya jiwa kemanusiaan dan kepedulian. Mereka ingin giving back to community,” ucap Erwin.
 
4. Generasi Z
Generasi Z terlahir tahun 1996 hingga 2010-an. Gen Z cendrung pesimis melihat kondisi di lingkungannya, namun optimis dan percaya diri dengan keadaan dirinya sendiri.

“Gen Z berfokus dirinya sendiri. Jadi me, myself, and I,” kata Becky. Gen Z lahir dalam dunia yang sudah kacau, sehingga mereka memilih mengabaikannya dan lebih fokus pada diri-sendiri.
 
Di samping itu, gen Z sangat multi tasking dan tech savvy.

“Mereka bisa mengoperasikan lima alat sekaligus. Misalnya mengerjakan sesuatu di depan laptop sambil main ponsel, pesan makanan online, mendengarkan musik, dan nonton film,” ujar Erwin.
 
Gen Z juga berani untuk menyatakan sesuatu dan mampu menyampaikan hal tersebut dengan rapi.
 
 
Erwin dan Becky menekankan, keempat karakter generasi tersebut hanyalah gambaran umum yang bersifat tendensius, bukan gambaran mutlak. Akan tetapi, karakter umum tersebut cukup menjelaskan mengapa sering terjadi kesenjangan atau perbedaan pendapat di antara generasi.(f)
 

 

BACA JUGA:
Milenial, Generasi Paling Tidak Optimis Pada Kondisi Ekonomi Dalam Krisis COVID-19
Masyarakat ASEAN Rela Membayar Lebih Mahal Demi Produk yang Dukung Conscious Lifestyle
Ini Empat Media Sosial yang Paling Banyak Digunakan

 


 


Topic

#milenial, #genx, #genz, #babyboomers

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?