
Foto: Dok. YouTube/ grumblingghost
Beberapa hari jelang demonstrasi 4 November 2016, media sosial dan group messenger diramaikan dengan video yang menunjukkan orang-orang sedang berjalan dengan sepatu yang berbeda antara kiri dan kanan. Video yang cukup simpel namun memberikan pesan yang sangat kuat, “beda itu Indonesia”. Video ini dibuat karena tergelitik dengan perbedaan yang mulai meresahkan.
Apakah Anda merasa terganggu melihat timeline media sosial di mana orang-orang di lingkaran Anda saling hujat satu sama lain karena mereka memiliki perbedaan? Anda bukan satu-satunya. Banyak orang merasa sedih dan kecewa karena perbedaan yang seharusnya menyatukan, justru memecahkan. Namun daripada terus kecewa, lebih baik bila kita membuat sesuatu untuk Indonesia yang lebih baik, seperti yang dilakukan oleh kelompok yang menyuarakan #bedaituindonesia.
“Kami melihat belakangan ini situasi politik Indonesia tidak menentu. Kami tidak melihat lagi adanya semangat Bhinneka Tunggal Ika. Padahal itu adalah keunikan dari Indonesia. Menurut kami perbedaan itu seharusnya bukan dipermasalahkan melainkan dirayakan,” ucap kelompok yang menyebut diri mereka Kelompok Mawar ketika diwawancarai oleh femina.
Berangkat dari kepedulian tersebut, lima orang yang terdiri atas latar belakang suku, agama, pendidikan, profesi, dan budaya yang berbeda ini berinisiatif untuk membuat video pendek yang menyuarakan bahwa berbeda itu indah dan berbeda itu adalah Indonesia.
“Kita memang berbeda, lalu apa masalahnya? Justru dengan perbedaan tersebut, kita bisa membuat Indonesia menjadi berbeda. Maksudnya berbeda adalah membuat Indonesia menjadi lebih maju dan lebih baik,” harap kelompok yang lebih suka identitasnya dirahasiakan ini karena menurut mereka tidak penting siapa pembuatnya yang penting adalah pesannya.
Lalu kenapa sepatu belang yang dijadikan simbol? “Sepatu belang mencerminkan bahwa meskipun berbeda namun tujuannya sama. Selain itu kami memilih sepatu karena mudah untuk diadopsi. Nggak perlu bikin. Hanya perlu pakai sepatu yang berbeda atau tukar sepatu dengan teman,” tambah mereka.
Gerakan ini memotivasi para netizen untuk menunjukkan #sepatubelang mereka. Coba Anda cari hashtag #sepatubelang di Twitter atau Instagram, Anda akan melihat orang-orang yang semangat memakai sepatu yang berbeda dengan tujuan menyerukan indahnya perbedaan.
Bukan hanya itu, sejumlah coffee shop juga menunjukkan dukungannya dengan cara memberikan kopi mereka secara gratis. Lewat akun Instagramnya, beberapa coffee shop, di antaranya @getbackcoffee, @ruangseduh, @coffeesmithjkt, dan @pigeonholecoffee menjanjikan kopi gratis kepada para pengunjung yang mendukung perbedaan dengan memakai #sepatubelang.
“Kopi-kopi gratis itu bukan kami yang merencanakan. Namun inisiatif para coffee shop sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan ini. Kami harap akan lebih banyak lagi orang yang tersulut gerakan ini. Rencananya kami juga akan membuat kampanye yang berkesinambungan untuk terus mengingatkan orang bahwa berbeda itu tidak apa-apa dan beda itu Indonesia,” tambah mereka.
Yap, sejak Indonesia berdiri, kita sudah mengenal dengan yang namanya perbedaan. Perbedaan agama, suku bangsa, bahasa dan budaya daerah. Namun perbedaan itulah yang menyatukan kita. Perbedaan membuat Indonesia Indah. Waktunya untuk kembali merangkul teman-teman dan saudara-saudara yang berbeda dan meyakini bahwa berbeda itu indah. Beda itu Indonesia! (f)
Baca Juga:
- Rencana Patung Lilin Presiden Joko Widodo di Museum Lilin Madame Tussauds & Kekuatan Nation Branding
- Yang Terlupakan Pascabencana: Bencana Psikososial Mengancam Ratusan Korban
- Zac Efron, Chris dan Liam Hemsworth Mengecat Kuku, Apakah Tren Baru untuk Selebritas Pria?
Topic
#sepatubelang




