
Foto: Unsplash.com
Pandemi COVID-19 sudah berlangsung lebih dari setahun dan membuat banyak orang beraktivitas dari rumah. Hal Ini menyebabkan perubahan pola penggunaan internet di mana masyarakat menjadi semakin masif menggunakan internet untuk menunjang segala aktivitasnya.
Menurut Data Editor Google News Lab, Simon Rogers, merujuk pada data yang dihimpun dari kanal Google Trends ada beberapa fakta menarik di balik penelusuran orang di seluruh dunia di mesin pencarian Google di masa pandemi ini yang dilihat dari Google Trends.
Google Trends sendiri adalah tools berbasis web dari Google untuk melihat topik-topik apa saja yang sedang trending atau banyak dicari orang di internet. Menurut Rogers, dengan Google Trends, pihaknya bisa menganalisis dan menampilkan gambaran minat terhadap suatu topik tertentu, dari seluruh dunia hingga ke wilayah tingkat kota.
Berdasarkan data yang digunakan per 1 Januari 2020 sampai 31 Januari 2021, berikut 8 fakta menarik yang tertangkap oleh Google Trends selama masa pandemi COVID-19:
1/ Ada tujuh kata kunci (keyword) yang paling sering ditanyakan orang Indonesia untuk mencari kabar seputar COVID-19, yaitu ”apa itu virus corona”, "kapan corona berakhir”, "cara mencegah virus corona”, "cara penyebaran virus corona”, "apa penyebab virus corona”, "bagaimana awal penyebaran virus corona”, dan "apa gejala virus corona”.
2/ Sedangkan di seluruh dunia ada 10 kata kunci paling populer terkait COVID-19, mereka adalah: "update virus corona", "gejala virus corona", "berita virus corona", "worldometer virus corona", "statistik virus corona", "peta virus corona", "vaksin virus corona", "kasus virus corona", "korban jiwa virus corona", dan "virus corona CDC".
3/ Fakta dunia juga menunjukkan minat orang untuk penelusuran virus corona melebihi minat orang mengetahui tentang "cuaca". "Virus Corona" menjadi keyword terpopuler di seluruh negara dalam satu tahun terakhir.
4/ Sepanjang tahun 2020, orang-orang di dunia lebih sering bertanya "hari ini hari apa". Pertanyaan yang tidak ditemukan di Google search di tahun sebelumnya. Hal Ini berkaitan dengan aktivitas orang yang lebih banyak dilakukan di rumah saja, hingga cenderung lupa pada hari. Selain itu, aktivitas di rumah saja juga mendorong peningkatan dalam penelusuran dengan keyword: ”maraton nonton film", "celana olahraga", "cara bertemu seseorang", "prank orang tua", dan "kenapa orang suka melolong?”.
5/ Bahkan kegiatan di rumah saja menumbuhkan berbagai hobi baru dan membuat orang ingin belajar membuat sesuatu. Hal Ini terlihat dari meningkatnya pencarian terhadap keyword: "masker kain", "hand sanitizer”, ”kopi dalgona", "roti sourdough", dan "adonan pizza”.
6/ Beberapa informasi seputar kegiatan olahraga juga meningkat. Kata kunci yang sering dipakai diantaranya yaitu "lari", "jogging", "lintas alam", dan "sepeda".
7/ Kata “harapan” juga lebih sering ditelusuri daripada sebelumnya di tahun 2020. Bahkan orang kini jadi lebih sering menelusuri kata kunci "Tuhan", "Kebahagiaan", dan "Empati" daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini wajar terjadi mengingat tahun 2020 menjadi tahun yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.
8/ Selain itu, Google juga memaparkan peringkat negara untuk kata kunci penelusuran terbanyak terkait COVID-19. Keyword "Virus Corona" paling banyak digunakan oleh orang di negara Jerman, Nepal, Austria, Qatar, Swiss, Italia, Oman, Uni Emirat Arab, Spanyol dan Irlandia. Sedangkan keyword "Pengangguran" banyak dipakai orang di negara Amerika Serikat, Uruguay, Spanyol, Yunani, Prancis, Israel, Romania, Thailand, Brasil dan Belgia. Untuk kata kunci ”Vaksin" banyak digunakan oleh masyarakat di Uni Emirat Arab, Brasil, Irlandia, Panama, Peru, Israel, Italia, Argentina, Romania, Inggris. Yang menarik pencarian dengan keyword ”Masker" banyak digunakan oleh masyarakat di Hong Kong, Singapura, Prancis, Amerika Serikat, Kanada, Portugal, Turki, Romania, Indonesia, dan Inggris. (f)
Baca Juga:
Vaksinasi Covid-19 Masal Untuk Jurnalis Sudah Dimulai
Kekerasan Gender Berbasis Online Meningkat, Hati-Hati Manipulasi dalam Relasi
Gencar Ajakan untuk Para Penyintas COVID-19 Menjadi Pendonor Plasma Konvalesen, Ini Syaratnya!
Faunda Liswijayanti
Topic
#google, #covid19, #corona




