Trending Topic
5 Cara Menghadapi Toxic Confidence

11 May 2026

Level pede tingkat dewa boleh aja asal nggak jadi toksik ke orang lain. Foto ilustrasi: Pexels/Himanshu Singh


Percaya diri itu penting. Tapi kalau levelnya sudah bikin orang lain nggak nyaman, sulit dikritik baik-baik sekalipun, sampai merasa paling benar sendiri, itu bukan lagi healthy confidence—itu toxic confidence.

Fenomena ini makin sering kelihatan di media sosial. Ada orang yang terlihat super yakin dengan semua opininya, suka meremehkan orang lain, dan merasa semua keputusan mereka selalu paling tepat. 

Sekilas memang terlihat keren dan “alpha”, tapi lama-lama energi seperti ini justru melelahkan lingkungan sekitar.

Toxic confidence biasanya muncul bukan karena seseorang benar-benar kuat, tapi karena mereka takut terlihat lemah. Akhirnya, semua harus terlihat sempurna, dominan, dan nggak boleh salah.

Kenali tanda-tandanya!
- Nggak bisa menerima kritik sedikit pun
- Sering memotong pembicaraan karena merasa paling tahu
- Suka merendahkan pencapaian orang lain
- Selalu ingin jadi pusat perhatian
- Menganggap minta bantuan adalah tanda kelemahan.

Kalau terus dibiarkan, toxic confidence bisa bikin hubungan pertemanan, kerja, bahkan percintaan jadi nggak sehat. Orang-orang di sekitar juga lama-lama merasa nggak didengar.

Kamu bisa menghadapinya dengan 5 cara ini, yang juga bisa jadi introspeksi diri kalau ternyata diam-diam kamu menyebarkan toxic confidence.

1/ Jangan ikut adu dominasi
Orang dengan toxic confidence sering ingin “menang” dalam percakapan. Nggak semua hal harus dibalas atau diperdebatkan. Kadang, menjaga energi sendiri jauh lebih penting daripada membuktikan siapa yang paling benar.

2/ Kasih batas yang jelas
Kalau mereka mulai meremehkan atau bikin kamu nggak nyaman, bilang dengan tegas. Nggak perlu marah, tapi tetap jelas soal batas yang kamu punya.

Contoh simpel, “Gue ngerti pendapat kamu, tapi gue juga mau didengerin.”

3/ Fokus ke fakta, bukan ego
Saat menghadapi orang seperti ini, jangan terpancing emosi. Tetap fokus pada fakta dan situasi yang sebenarnya. Semakin emosional respons kita, semakin besar peluang percakapan berubah jadi adu ego.

4/ Jangan minder dengan energi mereka
Kadang toxic confidence bikin orang lain merasa kecil. Padahal, orang yang paling berisik belum tentu paling benar. Kamu nggak harus jadi paling dominan untuk tetap punya makna.

Quiet confidence juga bisa berdampak alias powerful.

5/ Evaluasi diri sendiri
Tanpa sadar kita juga pernah menunjukkan toxic confidence—misalnya terlalu defensif atau susah menerima kritik. Nggak ada salahnya belajar lebih terbuka dan sadar kalau semua orang masih bisa berkembang.

Quiet confidence bukan berarti kamu minder. Foto ilustrasi: Pexels/Himanshu Singh

Healthy confidence bukan tentang terlihat paling hebat. Tapi tentang bisa tetap yakin sama diri sendiri tanpa harus menjatuhkan orang lain.

Orang yang benar-benar percaya diri biasanya:
- Bisa mengakui kesalahan
- Mau mendengarkan
- Nggak haus validasi terus-menerus
- Nggak merasa terancam oleh kesuksesan orang lain.

Percaya diri yang sehat bikin orang merasa nyaman di dekat kita—bukan malah kelelahan. (f)
 

Brianna Relisha


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?