
Foto: dok. Shutterstock
Salah satu keuntungan membeli bisnis waralaba adalah tidak ribet dan tingkat kegagalannya relatif lebih rendah dibanding bisnis solo. Ketika pebisnis waralaba atau franchisee - sebagai pembeli pihak ketiga yang membeli hak merek - bergabung dengan bisnis waralaba, mereka cukup mengikuti sistem yang sudah dibentuk oleh pemilik merek atau franchisor.
Meskipun sistem sudah disediakan oleh pemilik brand, Anda tetap perlu selektif jika ingin terjun ke bidang usaha waralaba. Biasanya, pemilik brand menerapkan sejumlah aturan atau standar tertentu sebelum menyetujui kerja sama dengan franchisee.
Dalam acara DBS Treasures Indonesia Womenpreneur Conference yang digelar oleh Femina Media bersama DBS Treasures di Multifunction Hall, Plaza Indonesia, pada hari Selasa dan Rabu (11-12/7/2023), Yanty Melianty Warko, Founder & CEO PT Magfood Amazy International memberikan sejumlah tips untuk memilih bisnis franchise yang menguntungkan.
"Bisnis franchise itu seperti kita merekrut distributor agen. Jadi ada syarat-syarat dan kualifikasi," ujar Yanty. Jika Anda tertarik untuk berbisnis waralaba, berikut tip dari Yanty yang telah bermitra dengan ratusan franchisee Amazy di seluruh Indonesia dan Malaysia.
1. Riset adalah Kunci Utama
Langkah awal sebelum memutuskan untuk berbisnis waralaba adalah melakukan riset. Ini penting untuk mendapat pengenalan terkait profil usaha beserta sistemnya. "Untuk memilih usaha franchise ini, memang kita tetap harus pelajari dan riset. Kalau sekarang kan enak, ya, riset itu bisa di internet," ujar Yanty.
Menurut Yanty, franchisee tetap perlu mengenal dengan baik profil perusahaan franchisor dan seluk-beluk sistemnya untuk memastikan bisnis yang akan dijalani nantinya akan sustainable."Yang penting jangan sampai perusahaan franchisor yang kita ingin kerja sama, setelah kita join kemudian tutup. Berarti harus dicek background-nya, rencana bisnis, legalitasnya, harganya, pengembangan promosi, dan track record-nya perusahaan yang akan menjadi mitra kita," tambahnya.
2. Libatkan Semua Pihak
Inti dari bisnis waralaba terletak dari sistem yang dibangun oleh franchisor. Namun demikian, bukan berarti yang bermain dalam usaha adalah pihak franchisor saja. Baik pemilik merek maupun franchisee tetap perlu turun tangan dalam mengelola bisnis.
"Kunci sukses dari bisnis franchise adalah keterlibatan semua pihak. Tidak bisa hanya franchisor saja yang bekerja atau franchisee saja. Tidak bisa begitu. Semua perlu ikut terlibat," kata Yanty.
3. Pahami Aturan
Dengan menjalankan sistem bisnis yang sudah dibangun oleh franchisor, pebisnis waralaba perlu mematuhi setiap aturan. Menambahkan kreativitas di luar aturan yang berlaku umumnya tidak diperbolehkan dalam bisnis waralaba.
"Kalau kita mengambil bisnis franchise, akan punya kekurangan. Artinya, kita kurang bebas berkreasi. Misalnya, menu tidak boleh diubah-ubah. Kalau kurang manis, tidak boleh ditambah gula. Kalau mau mengubah, harus izin dulu," kata Yanty.Selain itu, bahan baku produksi pun diatur secara ketat oleh franchisor. Mereka menunjuk mitra supplier yang telah dipercaya dan tidak boleh diubah.
"Tidak boleh sembarangan. Misalnya program promosi juga ada aturannya. Posting di Instagram, ada aturannya. Tidak boleh alay. Nanti mengganggu brand-nya. Jadi ada banyak aturan. Merek franchise juga berisiko rusak jika tidak berkomitmen menjaga merek," kata Yanty.
4. Bukan Passive Income
Artinya, pebisnis waralaba jangan sampai berharap usahanya akan jalan sendiri tanpa campur tangan. Di sini, diperlukan kerja sama untuk mengelola bisnis waralaba.
"Pengusaha franchise, ya kerja. Profesi itu seperti profesi lainnya. Kalau tidak mau kerja, ya artinya jadi investor saja," tutup Yanty. (f)
Khalifa Moon (Kontributor)
Baca Juga :
Tip Mencari SDM Tepat untuk UKM
Tiga Karakter Pengusaha Perempuan Sukses Berbisnis
Kebangkitan UKM Perempuan Indonesia: Menguatkan Kinerja Bisnis UKM Dengan Belajar Trend dan Ilmu Baru
Topic
iwc 2023, dbs treasures iwc 2023, bisnis franchise, tips bisnis, pengusaha perempuan


