Kisah cinta para arsitek yang romantis ada di 3 film ini, termasuk dalam The Architecture of Love. Foto: Starvision
Meski sulit untuk mengetahui latar belakang pemilihan tanggal 18 Maret sebagai Hari Arsitektur Indonesia, Hari Arsitektur Indonesia diadakan untuk menghargai jasa para arsitek dan sosok inspiratif lainnya yang berkontribusi alam perkembangan dunia arsitektur di Tanah Air.
Arsitektur bukan sekadar tentang membangun gedung atau merancang ruang; arsitektur juga menyatukan kreativitas, sains, dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan manusia akan ruang hidup.
Film nominasi Oscar 2025, The Brutalist, bisa memberikan gambaran tersebut lewat tokoh nyata László Toth, meski setting-nya di AS pasca Perang Dunia II (yang pastinya telah berubah di masa kini).
Karaktek arsitek yang tidak 'seberat' tokoh László Toth bisa kita temui antara lain dalam 3 film bertema cinta dari 3 era berbeda berikut.
Meski bukan topik utama, profesi arsitek dari pemeran utamanya menjadi benang merah kisah menarik ini. Sudah nonton semuanya?
1/ ONE FINE DAY (1996)
Pemain: George Clooney, Michelle Pfeiffer
Sutradara: Michael Hoffman
Tonton di Apple+ TV (berbayar ekstra)
Maggie, Jack, Melanie, dan Sammy harus kompak kerja sama di suatu hari yang begitu sibuk (dengan ponsel sebesar batu bata).
Foto: 20th Century Studios
Foto: 20th Century Studios
Komedi romantis yang memotret kolumnis koran Jack Taylor (George Clooney sedang ganteng-gantengnya!) dan arsitek Melanie Parker (Michelle Pfeiffer) di suatu hari yang sibuk. Sama-sama orang tua tunggal, putri Jack, Maggie, dan putra Melanie, Sammy, adalah teman sekolah yang sama-sama ketinggalan ikut karya wisata sekolah mereka gegara Jack.
Jack dan Melanie terpaksa bekerja sama mengasuh anak-anak mereka di tengah kesibukan masing-masing, dan kelakuan anak-anak mereka. Jack harus mengejar narasumber penting dari kolomnya yang dikejar tenggat waktu, sementara Melanie mesti melakukan presentasi proyek terpenting dalam kariernya.
Melanie dan maket presentasi, serta Sammy yang hobi memasukkan benda ke dalam hidungnya. Foto: 20th Century Studios
Di situlah cinta muncul, meski ending-nya sangat relatable untuk para orang tua bekerja, apalagi seorang ibu tunggal. Karakter Melanie, lengkap dengan maket untuk presentasi plus menggiring para bocah, adalah gambaran pas arsitek yang terpaksa membelah diri demi menjaga putranya.
2/ ARCHITECTURE 101 (2012)
Pemain: Uhm Tae-woong, Han Ga-in, Lee Je-hoon, Bae Suzy
Sutradara: Lee Yong-ju
Tonton di iQiyi
Ketika hubungan Lee Seung-min dan Yang Seo-yeon berantakan karena kesalahpahaman. Foto: Myung Films
Film Korea ini tak hanya populer pada masanya tapi juga mendapatkan banyak nominasi dan kemenangan di berbagai ajang penghargaan. Kisah cinta pertama dengan latar belakang arsitektur modern ini manis sekaligus realistis.
Lee Seung-min (Lee Je-hoon) dan Yang Seo-yeon (Bae Suzy) adalah teman kuliah Arsitektur yang sama-sama memenda rasa, namun kesalahpahaman membuat hubungan mereka berakhir. Kisah mereka jadi flashback saat 17 tahun kemudian, keduanya bertemu lagi. Bedanya, Seo-yeon (Han Ga-in) adalah klien yang meminta jasa arsitek Seung-min (Uhm Tae-woong) untuk membangun rumah di tanah keluarga Seo-yeon di Pulau Jeju.
Pulau Jeju bikin Seo-yeon dan Seung-min jadi terkenang masa lalu di sela kegiatan mereka sebagai klien dan arsitek. Foto: Myung Films
Nostalgia cinta pertama jadi latar belakang kisah Seung-min dan Seo-yeon versi dewasa, meski status Seung-min sudah bertunangan dengan pria lain. Di Pulau Jeju, Seung-min akhirnya memutukan merenovasi rumah lama keluarga Sei-yeon, dan keduanya saling menimbang rasa apakah hubungan mereka bakal CLBK atau sebatas hanya arsitek-klien....
3/ THE ARCHITECTURE OF LOVE (2024)
Pemain: Nicholas Saputra, Putri Marino
Sutradara: Teddy Soeriaatmadja
Tonton di Netflix
River dan Raia yang menemukan babak baru kehidupan masing-masing di New York. Foto: Starvision
Diadaptasi dari novel Ika Natassa, film ini menampilkan Nicholas Saputra (yang lulusan Teknik Arsitektur) sebagai arsitek bernama River Jusuf yang sedang menyembuhkan hati di New York, dan bertemu penulis Raia Risjad (Putri Marino), yang ke New York untuk alasan serupa.
River membuat Raia tak lagi buntu menulis, dan mengenalkan Raia pada berbagai kisah di balik gedung-gedung cacntik di New York. Hati Raia yang mulai terbuka untuk River jadi bimbang karena River tetiba 'menghilang'.
Pak Sungai dengan ilustrasi gedung-gedungnya dan gaya khasnya bikin Raia tak lagi mengalami writer's block. Foto: Starvision
Gak bakal bosan nonton film ini; bukan cuma karena ada Nicsap, tapi juga karena sinematografi indah yang simpel di New York. Sehabis nonton film ini, 99% bakal menyenandungkan lagu Here We Go Again dari Ardhito Pramono, setidaknya selama beberapa hari....
Zornia Harisantoso
Topic
#reviews, #koreancorner


