
Foto: shutterstock.com
Terletak di wilayah Utara Yunani dengan sebagian besar wilayahnya merupakan dataran tinggi, membuat Xanthi memiliki suhu lebih dingin sepanjang tahun. Kota yang memiliki julukan Tarkia Barat ini hampir lima puluh persen penduduknya adalah muslim. Tak heran di kota ini kita mudah menemukan restoran halal, masjid, pemakaman, termasuk soal urusan hukum syariah.
Keberadaan muslim di Kota Xanthi terkait dengan perjanjian pertukaran penduduk, antara pemerintah Yunani dengan pemerintah Turki pada tahun 1926. Karena perjanjian ini pulalah warga Xanthi terbiasa berkomunikasi dalam tiga bahasa, yaitu Yunani, Turki, dan Pomak.
Xanthi memang tak menyuguhkan keriuhan kota khas Athena. Namun, di kota ini kita justru bisa merasakan kekayaan Yunani yang sesungguhnya. Hal ini sangat terasa terutama ketika menelusuri kawasan old town atau kota tua yang menyuguhkan arsitektur yang mempertahankan suasana rumah Eropa di masa lalu.

Foto: Ranti Nuraeni
Selain itu, ada Desa Kendavros, 30 menit berkendara dari pusat Kota Xanthi. Jika mengetik nama desa ini di search engine, tak banyak kisah dan referensinya. Tapi, Desa Kendavros menarik karena menjadi satu-satunya desa di Yunani yang seratus persen warganya beragama Islam. Letaknya berbatasan dengan dua negara, Turki dan Bulgaria.
Desa Kendavros jelas bukan desa wisata tujuan utama pelancong. Namun, jika Anda ke Kota Xanthi, jangan lewatkan desa ini karena di sinilah justru keindahan pemandangan pedesaan di Eropa terpampang. (f)
BACA JUGA:
Belajar Toleransi di Masjid Hijau, Bursa, Turki
Jalan-jalan di Eropa Seperti Tom Holland di Spider-Man : Far From Home
Melintasi Waktu di Museum Dubai Frame
Topic
#xanthi, #yunani, #xanthiyunani, #kendavros, #kendavrosyunani, #islamyunani


