Travel
Revitalisasi The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, Perayaan Dialog Arsitektur Lintas Zaman

9 Jan 2026

The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel yang kini tampil lebih relevan dengan zaman tanpa meninggalkan identitas bersejarah. Foto: Dok. Yolodi + Maria Architects/Davy Linggar


Salah satu karya arsitektur tropis modern yang legendaris di Indonesia adalah Bali Beach Hotel yang selesai dibangun pada tahun 1966. Pembangunannya dicetuskan langsung oleh Presiden RI yang pertama, Soekarno.

Kini, ia bertransformasi menjadi The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, sebuah karya arsitektur lintas zaman yang menghidupkan lagi jejak modernitas awal negara ini. Revitalisasi ini diwujudkan oleh Yolodi + Maria Architects, yang digawangi dua arsitek, Gregorius Supie Yolodi dan Maria Rosantina.

Proyek The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel ini menghadirkan pendekatan yang sangat sensitif dan bertanggung jawab terhadap warisan bersejarah. 

Goresan desain dan maket yang merevitalisasi Bali Beach Sanur, tetap dalam kerangka arsitektur tropis modern. Foto: Dok. Yolodi + Maria Architects

Sebagai arsitek, koordinator desain, sekaligus konseptor, Yolodi + Maria Architects menyuntikkan filosofi baru yang relevan dengan gaya hidup abad ke-21. Dalam pernyataan perancangan, Yolodi + Maria Architects menjelaskan strategi mereka: Preservasi, konservasi, dan penambahan yang benar-benar cermat.

“The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel ini kami rancang sebagai dialog lintas waktu, yang menghidupkan kembali roh warisan arsitektur modern Bali Beach Hotel, tapi juga menjawab kebutuhan dan nilai-nilai masa kini,” ujar Yolodi dan Maria.

Sebuah buku dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris bertajuk Tropical Indulgence: The Meru Sanur and Bali Beach Hotel diluncurkan, bersamaan digelarnya pameran bertajuk Reviving the Legacy akhir tahun lalu. Keduanya merayakan dialog arsitektur yang merevitalisasi landmark atau tengara ikonik di Bali itu.

Buku Tropical Indulgence: The Meru Sanur and Bali Beach Hotel; maket destinasi baru untuk wisata kesehatan dan kebugaran. Foto: Dok. Yolodi + Maria Architects

Coffee table book dalam desain luks minimalis itu ditulis David Hutama, menampilkan foto-foto cantik The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel dari jepretan Davy Linggar, menunjukkan pendekatan proyek ini agar Bali Beach Hotel lebih selaras zaman.

Buku ini berisi refleksi visual dan esai tentang bagaimana arsitektur bersejarah bisa dimaknai ulang untuk kehidupan kontemporer. Diselipkan juga gambar arsitektur yang bisa jadi inspirasi kreasi para (calon) arsitek dan arsitek muda.

Prof. Johannes Widodo, seorang akademisi konservasi arsitektur, dalam diskusi panel di acara pamerannya, bahkan menyoroti, “Arsitektur dan aturan tradisional Bali itu bukan tentang melestarikan masa lalu, tapi tentang membentuk masa depan yang berlandaskan etika lingkungan.”

Dari bukunya juga kita bisa melihat bagaimana konsep baru The Meru Sanur yang sekarang fokus pada pariwisata kesehatan dan kebugaran (health and wellness tourism) diterjemahkan Yolodi + Maria Architects ke dalam bahasa arsitektur yang elegan. Mereka mengangkat kemewahan paling mendasar dan intim, koneksi harmonis antara manusia, ruang, dan alam.

Desain yang membentuk masa depan dalam konsep keseimbangan harmonis antara manusia, ruang, dan alam. Foto: Dok. Yolodi + Maria Architects/Davy Linggar

Yang menarik, pamerannya digelar tepat di depan mural batu bersejarah karya Harijadi Soemadidjaja—sebuah karya yang ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno. Setting ini semakin memperkuat kesinambungan sejarah yang coba disampaikan. 

Pameran tersebut memajang dua narasi utama, Reading Bali Beach dan Creation of The Meru Sanur, yang secara visual memperlihatkan bagaimana Yolodi + Maria Architects menyandingkan masa lalu dan masa kini secara jernih dan seimbang.

Tim arsitek dari Yolodi + Maria Architects di depan mural batu bersejarah karya Harijadi Soemadidjaja. Foto: Dok. Yolodi + Maria Architects

Melalui proyek revitalisasi ini, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel menjadi warisan hidup yang menghormati sejarah, sekaligus ikut membentuk masa depan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan—sekaligus destinasi kamu saat berlibur di Bali! (f)

Baca juga:
5 Hidden Gem di Perth untuk Liburan Seru Beramai-ramai
7 Pesona Musim Dingin Saudi Wajib Kunjung Akhir Tahun Ini
Dekat Pantai Petitenget, Ada KLEO Seminyak yang Bergaya Mid-Century Modern


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?